
Pekerja Batam Bakar Jelangkung Dalam Perayaan Mayday

Batam (ANTARA News) - Pekerja yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja membakar dua boneka mirip jelangkung dalam perayaan hari buruh internasional, Mayday, di Batam, Minggu.
Jelangkung yang dibakar bertuliskan beberapa tuntutan yaitu "Hapus Outsourcing", "Hapus PHK Sepihak", "Tolak Perusahaan Antiserikat" dan "Tolak Upah Murah".
Para pekerja berharap, dengan dibakarnya dua boneka jelangkung itu, maka praktik "outsourcing", PHK sepihak, perusahaan antiserikat dan upah murah hilang dari Batam
Selain membakar dua boneka mirip jelangkung, seorang pekerja menari dengan ular.
"Ular bagaikan pengusaha yang pandai bersembunyi lalu tiba-tiba mematuk," kata koordinator lapangan Aliansi Buruh Yoni Mulyono yang juga Panglima Garda Netral Serikat Pekerja Metal Indonesia.
Ular belang emas dan hitam itu meliuk di badan seorang pekerja yang menari-nari.
Dalam peringatan Hari Buruh, pekerja mendesak pemerintah menjabarkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Jaminan sosial merupakan hak dasar seluruh rakyat berupa jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiun.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam, Saiful Badri mengatakan pekerja menuntut satu persen dari APBD kota itu dialokasikan untuk memberdayakan buruh.
Batam adalah kota industri yang pemasukannya didapat dari kontribusi pekerja. Sudah selayaknya pemerintah mengalokasikan sebagian kecil APBD untuk pekerja.
Dana 1 persen APBD, kata dia, bisa untuk program pemberdayaan pekerja, seperti pembinaan manajemen dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja bagi buruh.
Perayaan Hari Buruh di Batam diikuti sekitar 2.000 buruh yang berkumpul mendengarkan orasi dan teatrikal di Lapangan Engku Putri Batam Kota.
Selain pertunjukan teater dan orasi, pekerja juga konvoi mengelilingi kota menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Kepala Bagian Humas Polda Kepri AKPB Hartono mengatakan Polda mengerahkan sekitar 800 personel untuk mengamankan perayaan Hari Buruh.
Sebanyak 800 personel itu merupakan anggota Polresta Barelang dan Polda Kepri dari berbagai satuan seperti Sabhara dan Brimob. (ANt-YJN/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
