
Gubernur Kepri Sikapi Tertulis Pernyataan Mendagri

Tanjungpinang (ANTARA News) - Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani mengatakan akan menulis surat resmi menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengenai wacana penggabungan Kabupaten Natuna ke Kalimantan Barat yang dekat secara geografis.
"Kami sudah siapkan surat untuk menanggapi pernyataan itu. Saya pikir Mendagri juga sudah tahu dari media," kata Sani di Tanjungpinang, Senin.
Gubernur mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan DPRD Kepri menyikapi pernyataan Mendagri itu.
"Bukan melakukan pembahasan. Kami hanya menyamakan persepsi," katanya.
Menurut dia, wacana yang dilontarkan Mendagri itu masih berupa contoh, bukan untuk dilakukan.
"Namun kalau memang seperti itu, tentu kami tidak setuju," tegas Sani.
Sani mengaku tidak mempermasalahkan wacana di masyarakat Natuna terkait dengan pernyataan Mendagri, juga mengenai wacana pembentukan provinsi tersendiri.
"Tentu ada kubu yang senang dan tidak senang, bahkan kalau ada yang mau menjadikan Natuna provinsi sendiri boleh-boleh saja. Itu 'kan wacana," katanya.
Dia membantah tidak ada perhatian pemerintah provinsi 10 tahun terakhir terhadap Natuna yang kaya akan minyak dan gas bumi itu.
"Perhatian ke Natuna sangat serius, bahkan tahun ini akan ada tambahan kapal perintis ke Natuna dan itu sudah dijawab langsung oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung beberapa waktu lalu ke Tanjungpinang," ujar Sani.
Selain bantuan alat transportasi, menurut Sani masih banyak bantuan lain seperti pembangunan sekolah dan proyek-proyek yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
"Usai pelantikan Bupati/Wakil Bupati Natuna pada Rabu (4/5) saya juga akan meresmikan beberapa proyek, termasuk pemberian bantuan kapal untuk SMK Pelayaran," katanya.
(ANT-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
