
Kemeneg PP Kembangkan Kota Layak Anak

Batam (ANTARA News) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengembangkan "Kota Layak Anak" yang memberikan berbagai perlindungan kepada anak.
"Kota Layak Anak memberikan semua kebutuhan anak," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar di Batam, Senin.
Konsep Kota Layak Anak (KLA) pertama kali diperkenalkan PBB pada 2000, kata Menteri, namun belum populer di Indonesia.
Kementerian PP dan PA, kata dia, mendorong setiap daerah di Indonesia menjadi KLA, untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak Indonesia.
Menurut Menteri, saat ini, belum ada kota atau kabupaten di Indonesia yang masuk kategori KLA.
"Kota Layak Anak belum ada, tapi yang mendekati sudah ada," kata Menteri.
Menteri mengatakan terdapat 20 kabupaten kota seluruh Indonesia yang sudah mendekati KLA, di antaranya adalah Surakarta.
"KLA Surakarta sangat berkembang dan bagus," kata Menteri.
Pemerintah daerah memberikan berbagai perlindungan kebutuhan anak melalui Peraturan Daerah.
"Anak-anak miskin diberikan kartu platinum untuk sekolah, beli buku, berobat gratis," kata dia.
Sedangkan anak-anak hampir miskin mendapat kartu emas, dan kategori berikutnya mendapat kartu perak.
Pemerintah daerah juga menyediakan tempat belajar bagi anak-anak yang di rumahnya tidak memiliki fasilitas belajar memadai.
Selain itu, Perda juga mewajibkan siswa untuk berada di rumah dan belajar mulai pukul 19.00 WIB-20.30 WIB.
Untuk mendorong perkembangan KLA di Indonesia, Kementerian PP dan PA mengadakan Konfrensi Layak Anak pada akhir Juni 2011.
(ANT-YJN/M01/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
