Logo Header Antaranews Kepri

Harga Daging Ayam di Karimun Naik

Jumat, 27 Mei 2011 17:36 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Harga daging ayam ras di pasar tradisional Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau naik dari Rp24.000 menjadi Rp27.000/kilogram, Jumat.

"Kenaikan terjadi sejak beberapa hari lalu. Biasanya Rp25.000, kini Rp27.000/kg," kata Ina, pedagang ayam potong di Pasar Puakang, Tanjung Balai Karimun.

Menurut Ina, harga Rp27.000/kg untukn daging ayam yang belum dibersihkan, sedangkan harga daging ayam yang siap dimasak Rp32.000/kg.

"Harga daging yang sudah bersih dan siap dimasak bervariasi, mulai dari Rp32.000 hingga Rp35.000/kg," ucapnya.

Kenaikan harga, kata dia dikarenakan persediaan ayam ras lokal menipis.

"Kami tidak persis kenapa bisa menipis, namun beberapa peternak pelanggan kami mengatakan persediaan berkurang karena banyak ayam yang sakit akibat cuaca yang tidak menentu," ucapnya.

Ismail, pedagang lain mengatakan hal yang sama. Menurut dia daging ayam dagangannya yang siap dimasak dijual seharga Rp32.000/kg.

"Harga jual dari peternak naik, sementara pasokan dari luar juga berkurang sehingga kami terpaksa menaikkan harga kepada pembeli," katanya.

Menurut Ismail, kenaikan harga daging ayam masih dalam batas wajar, selama ini pedagang, menurut dia mengeluhkan dengan rendahnya harga jual ke konsumen.

"Keberadaan daging ayam beku turut mempengaruhi harga jual daging ayam segar," ucapnya.

Yusni, warga mengeluhkan kenaikan harga daging ayam karena menambah uang belanja.

"Daging ayam bagi kami penggantik daging sapi yang harganya lebih mahal. Kenaikan ini menyulitkan karena uang belanja tetap sama seperti biasa," ucap warga Sidomulyo itu.

Selain daging ayam, harga sayur segar juga mengalami kenaikan rata-rata Rp2.000 per kilogram.

"Sayur segar naik karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini mulai hujan," kata Ijah, pedagang sayur.

Bayam dan kangkung naik dari Rp6.000 menjadi Rp8.000/kg. Cabai merah juga naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000/kg. (ANT-RD/A013/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026