
Politisi: Pengiriman Peti Mati Adalah Teror

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengirimkan peti mati ke sejumlah kantor media massa dan menganggap hal itu sebagai teror.
Priyo kepada pers di Gedung DPR/MPR di Senayan Jakarta, Senin, juga bentuk intimidasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, harus diusut motifnya.
"Saya menyesalkan kalau itu terjadi. Ini teror yang kaitkan dengan dunia mistik," kata Priyo.
Menurut Priyo, pengiriman peti mati kepada sejumlah media massa itu bentuk intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.
"Dulu ada aksi pengiriman paket bom buku, sekarang ada modus baru, dalam bentuk mistik dengan mengirim peti mati. Saya minta aparat untuk segera mengungkap dan menyidikinya, apalagi dikirim kepada media massa," ujar Priyo.
Ketua DPP Partai Golkar itu menyebutkan, biarkanlah media massa dengan caranya dan tidak perlu ditakut-takuti dengan cara seperti itu.
Pada Senin pagi, sejumlah redaksi media massa Ibukota mendapat kiriman peti mati itu, antara lain, Kompas, The Jakarta Post, Metrotv, Social Media dan Koran Tempo.
(ANT-S023/S019/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
