Logo Header Antaranews Kepri

Jumlah Orang Gila di Batam Bertambah

Senin, 13 Juni 2011 12:41 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Jumlah orang gila di Batam Provinsi Kepulauan Riau pada beberapa bulan pertama 2011 meningkat dibanding 2010, kata Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam Muhammad Syahir di Batam.

"Biasanya setiap bulan, kami antar orang gila ke Pekanbaru dua sampai empat orang, tapi sekarang daftar tunggunya sampai 16 orang," kata Kepala Dinas di sela-selara rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Batam, Senin.

Penderita penyakit jiwa di Batam dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru karena belum ada rumah sakit atau pusat rehabilitasi orang gila di kota industri.

Sepanjang 2010, Dinas Sosial mengurus 24 orang gila, sedangkan hingga semester pertama 2011, Pemkot Batam sudah memulangkan 60 orang penderita penyakit jiwa.

"Peningkatannya signifikan, banyak yang antre untuk diantar ke Pekanbaru" kata Kepala Dinas.

Menurut Kepala Dinas, peningkatan jumlah orang gila di Batam disebabkan tingkat stres kota metropolitan yang tinggi akibat pemutusan hubungan kerja dan perceraian.

Ia mengatakan perlu pengentasan kemiskinan untuk mengantisipasi penambahan jumlah orang gila.

"Kalau kemiskinan berkurang, jumlah orang gila juga berkurang," kata dia.

Penderita gangguan jiwa menyebar rata di pulau pesisir dan pulau utama. Penderita daerah penyangga, kata dia, mayoritas adalah warga tempatan, sedangkan di Pulau Batam umumnya pendatang bermasalah ekonomi.

Mengenai rencana pembangunan rumah sakit jiwa, ia mengatakan memerlukan pembangunan dan kesiapan sumber daya manusia.

"Rumah sakit jiwa tidak sebatas bangunannya, tapi juga harus ada tenaganya," kata dia.

Pemkot Batam masih merencanakan membangun RSJ, sementara belum terlaksana, penderita kurang ingatan tetap akan dikirim ke RSJ Pekanbaru untuk direhabilitasi.

(ANT-YJN/B013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026