
Pengawasan Tambang Karimun Diakui Lemah

Karimun (ANTARA News)- Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengawasan Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Kabupaten Karimun, Harlita, mengaku kinerja bidang yang dikepalainya lemah karena ketiadaan anggaran.
"Kami akui pengawasan yang kami lakukan sangat minim. Penyebabnya ketiadaan angggaran untuk pengawasan sehingga kami kesulitan melaksanakan tugas," ucapnya dalam Rapat Komisi A dan B, di Gedung DPRD Karimun, Senin.
Menurut Ketua Komisi B yang membidangi keuangan daerah, Ady Hermawan, terbuka pengalokasian anggaran pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan Tahun Anggaran 2011.
"Tetapi bidang pengawasan harus bekerja optimal dan bisa membuktikan secara nyata setelah dilakukan pengawasan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tambang dapat ditingkatkan," katanya.
Ia menegaskan, penyebab turunnya PAD dari sektor tambang adalah "kebocoran" dan belum terdatanya seluruh kegiatan penambangan di Karimun, katanya.
Hal yang sama juga dikatakan anggota Komisi B, Raja Kamaruddin bahwa dana pengawasapertambangan dapat dialokasikan, tetapi harus ada kenaikan PAD dari sektor tambang.
"Bila tidak kami tidak akan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pengawasan," katanya.
Anggota Komisi A DPRD Karimun, Jamaluddin menuturkan alasan yang sama juga pernah dipaparkan oleh Kabid Penyuluhan dan Pengawasan Dsitamben sebelumnya.
"Bahkan sebelum kami anggarkan, dia sempat berjanji akan melakukan pengawasan secara optimal yang berdampak pada peningkatan PAD dari sektor tambang," katanya,
Namun, setelah dianggarkan, jangankan peningkatan PAD dari kegiatan tambang yang ada di luar Pulau Karimun Besar, peningkatan PAD dari kegiatan penambangan batu granit di Pulau Karimun Besar, tidak dapat mereka tingkatkan, tuturnya.
Sedangkan pada kegiatan penambangan di luar Pulau Karimun Besar, ucap dia, masih tetap terjadi kebocoran di sana-sini.
"Akibatnya pengalokasian uang rakyat untuk mendanai pengawasan aktivitas penambangan terbuang percuma, yang perlu diingat jumlahnya tidak sedikit," ujarnya.
Menurut dia , pengawasan tambang bisa terlaksana dengan baik apabila aparatur yang berada dibawah naungan bidang pengawasan memiliki kinerja yang bagus.
"Kunci dari kinerja yang bagus suatu dinas atau bidang, bukan terletak dari ketersediaan dana, tapi tidak terlepas dari kemampuan dan itikad aparatur itu sendiri. Ketiadaan dana selalu dijadikan alasan oleh aparatur yang tidak memiliki kemampuan kerja," paparnya.(ANT-HAM/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
