
DPRD: Kesenjangan Perbatasan Akibatkan Nasionalisme Luntur

Batam (ANTARA News) - Kesenjangan ekonomi pada daerah perbatasan antarnegara bisa mengakibatkan rasa nasionalisme luntur, ujar Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nur Syafriadi di Batam, Kamis.
"Kesenjangan itu memang tampak dan membuat sebagian warga perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau memilih tinggal di Malaysia atau Singapura yang lebih mapan dengan harapan bisa menjadi warga setempat agar memperbaiki tingkat ekonimi," ujar Nur.
Untuk mengatasi hal tersebut, daerah perbatasan di Kepri perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, ucap dia.
Menurut Nur, cara yang paling tepat ialah menjadikan daerah perbatasan sebagai daerah khusus dengan alokasi dana lebih besar dibanding daerah lain.
"Mengentaskan warga dari kemiskinan di daerah perbatasan dan kepulauan bukan perkara mudah. Biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar karena penduduknya tersebar di banyak pulau," tambah Ketua DPRD Kepri.
Hal serupa juga disampaikan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan tidak mudah.
"Perlu dana yang lebih besar dan campur tanggan lebih banyak dari pemerintah pusat," ucap Sani.
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Batam, Kamis, mengatakan pemerintah akan menambah daerah khusus selain Nanggroe Aceh Darussalam dan Yogyakarta.
"Rencana tersebut masih dalam proses," kata dia.
Gamawan mengatakan, Kementerian Dalam Negeri saat ini masih melakukan finalisasi RUU Pemda yang diantaranya mengatur pemberlakuan daerah khusus.
"Saya belum bisa mengatakan kriteria-kriteria daerah khusus tersebut. Tunggu saja akhir bulan ini," ucap Mendagri.(ANT-L/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
