
Batam Inflasi 0,58 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, Batam terjadi inflasi sebesar 0,58 persen pada Juni 2011.
"Sama dengan bulan sebelumnya, Batam mengalami inflasi pada Bulan Juni 2011, sebagai akibat dari kenaikan indeks harga konsumen dari 121,51 menjadi 122,21," kata Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Mangaputua Gultom, Jumat, di Tanjungpinang.
Gultom mengemukakan, sebanyak 75 dari 324 barang kebutuhan masyarakat Batam mengalami perubahan harga. Harga sebanyak 53 komoditas naik, sedangkan 22 komoditas lainnya turun.
Komoditas kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan harga, antara lain, tarif pemeliharaan, bayam, kacang panjang, kangkung, telur ayam ras, tomat sayur, nasi, tarif sewa rumah, daging ayam ras, bimbingan belajar, biskuit, tomat buah, sabun bubuk, kursus bahasa asing, buku tulis bergaris, fitnes center, dan pisang.
Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, cabai merah, ikan selar, udang basah, bawang putih, ikan lele, bawang merah, ikan tongkol, cabai rawit, bensin, sotong, ikan mujair, buah apel, kepiting, gula pasir, anggur, pengharum atau pelembut cucian, ikan tenggiri, ikan kakap merah, wortel, dan emas perhiasan.
Sementara berdasarkan kelompok harga konsumen , inflasi di Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga semua kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen.
Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan harga yaitu perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok sandang sebesar 0,18 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,24 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,01 persen.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari - Juni) 2011 di Batam sebesar 1,21 persen dan laju inflasi 'year on year' (Juni 2011 dibanding dengan Juni 2010) sebesar 5,11 persen," ungkapnya.
(ANT-NP/B012/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
