
Harga Minyak Turun di Perdagangan Asia

Singapura (ANTARA News) - Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Jumat sore, karena para dealer mengambil keuntungan dari kenaikan tajam baru-baru ini, kata analis.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, merosot tiga sen menjadi 98,64 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus turun 67 sen menjadi 117,29 dolar AS.
"Saya tidak melihat sesuatu yang besar mempengaruhi pasar .. Ada beberapa profit taking," kata Jason Feer, analis Argus Media.
Harga minyak mentah telah naik dalam perdagangan sebelumnya, setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan stok bensin, yang dipandang sebagai tanda dari meningkatnya permintaan di saat musim berkendara pada musim panas AS.
Departemen Energi AS (DoE) mengatakan cadangan bensin turun 600.000 barel dalam pekan yang berakhir 1 Juli.
Angka itu menggagalkan ekspektasi naik 200.000 barel dan menunjukkan permintaan kuat karena harga jatuh dan liburan musim panas dimulai.
Namun persediaan minyak mentah turun 900.000 barel pekan lalu, jauh lebih kecil dari perkiraan untuk penurunan 2,4 juta barel.
"Meskipun stok minyak mentah turun kurang dari yang diperkirakan, secara keseluruhan, ditambah dengan produk olahan lain, itu masih merupakan kumpulan data DoE yang sangat bullish," kata Serene Lim, analis ANZ Bank di Singapura.
Harga minyak mentah juga diberikan dorongan oleh angka-angka pekerjaan AS dan didorong angka penjualan ritel.
Perusahaan pembayaran gaji (payrolls) ADP mengatakan perusahaan swasta menambahkan 157.000 pekerjaan pada Juni, naik kuat setelah kenaikan lemah 36.000 pekerjaan pada Mei.
Angka ADP mendorong revisi kenaikan tajam proyeksi data pembayaran gaji non pertanian AS untuk Juni yang banyak ditunggu pada Jumat.
(ANT/A026/M012/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
