Logo Header Antaranews Kepri

Mahasiswa Batam Tolak Kenaikan Air

Selasa, 12 Juli 2011 20:06 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Puluhan orang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau unjuk rasa di depan PT Adhya Tirta Batam, menolak kenaikan tarif air bersih sebesar 5,49 persen yang direncanakan mulai berlaku Agustus 2011.

Mahasiswa menganggap, kebijakan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan persetujuan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam menaikkan tarif air bersih tidak mencerminkan rasa keadilan dan mengabaikan kepentingan masyarakat Batam.

"Kenaikan tidak mencerminkan keadilan pada masyarakat kecil. Apalagi saat ini harga kebutuhan pokok lain tengah melambung," ujar koordinator demonstran, Muhammad Nur.

Pengunjuk rasa meminta PT ATB membatalkan kenaikan tarif air bersih dan mengutamakan kenaikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Muhammad Nur, kenaikan tarif air bersih adalah bentuk penindasan kaum kapitalis yang bersembunyi di balik kebijakan pemerintah.

"Jangan hanya memikirkan keuntungan saja. Air adalah hajat hidup orang banyak yang tidak boleh sewenang-wenang diperjualbelikan," kata dia.

Di tempat yang sama, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Batam, Bosar Hasibuan menyatakan, alasan ATB menaikkann taruf untuk meningkatkan kualitas sebagaimana disampaikan selama ini sebagai alasan klasik.

"Peningkatan pelayanan dan kualitas yang digunakan sebagai dasar untuk menaikkan tarif air bersih merupakan alasan klasik yang selalu mereka katakan setiap menaikan tarif air," ujar dia.

Corporate Communication Manager PT ATB, Enriqo Moreno, mengatakan tidak bisa memenuhi tuntutan mahasiswa untuk membatalkan kenaikan tarif air bersih.

"Tarifnya saja belum dinaikkan, apa yang harus kami batalkan," ujar dia.

Enriqo menawarkan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dengan PT ATB terkait tarif air bersih yang akan diberlakukan.

Tidak puas dengan jawaban pihak PT ATB, mahasiswa melanjutkan aksi ke BP Batam sebagai pihak yang menandatangani surat keputusan kenaikan tarif air di Batam.

Mahasiswa sempat membakar ban bekas di depan kantor BP Batam yang membuat aksi sempat memanas.

Perwakilan BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan hal sama dengan PT ATB di depan para mahasiswa.

"Kalau para mahasiswa bersedia, Sabtu (17/7) nanti kami diskusikan tentang tarif air ini," kata Dendi.

Mahasiswa kembali tidak puas dan melanjutkan aksi di halaman Gedung Pemerintah Kota Batam dan diterima oleh Asisten Administrasi Umum, Maaz Ismail yang berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka pada Wali Kota.

"Wali Kota sedang tidak di tempat. Aspirasi mahasiswa akan kami sampaikan," kata dia.

Mendengar jawaban tersebut, demonstran membubarkan diri dengan tertib.

(ANT-L/A013/Btm3)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026