
Gubernur Kepri Janji Buka Akses Lingga

Lingga (ANTARA News) - Gubernur Kepualaun Riau, Muhammad Sani berjanji membuka akses transportasi laut dari dan ke Kabupaten Lingga untuk mempercepat pembangunan kabupaten tersebut.
"Sarana transportasi laut dari dan ke Lingga mutlak diperlukan untuk menjalankan perekonomian dan mempercepat pembangunan di Lingga," kata Sani di Dabo Singkep, Lingga, Minggu.
Sani mengatakan, sarana transportasi terutama transportasi laut dari dan ke Lingga menjadi kunci pembangunan di Lingga.
"Pembangunan sarana transportasi untuk membuka keterisolasian Lingga harus dipercepat," kata dia.
Langkah awal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri ialah membuka akses transportasi dari Lingga ke Jambi dan sebaliknya yang menjadi pemasok kebutuhan pokok terbesar bagi Lingga.
"Pada Oktober nanti akan ada kapal roro reguler yang melayani Lingga-Jambi. Agar pasokan kebutuhan untuk Lingga tidak lagi tersendat," kata dia.
Sani juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan memperbaiki jalan utama dari Pelabuhan Jagoh di Dabo Barat menuju kota Dabo yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Tahun 2012 kami akan perbaiki jalan yang menjadi salah satu jalan utama di Lingga tersebut," kata Sani.
Untuk pembangunan jalan lain, kata Sani, akan dilakukan secara bertahap setiap tahun.
Bupati Lingga, Daria mengatakan, "Bantuan dari Provinsi dan pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan akses Lingga dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan," kata Daria.
Kabupaten Lingga dalam konsep pembangunan Pemprov Kepri, termasuk wilayah percepatan pembangunan Natuna, Anambas dan Lingga (NAL) tiga kabupaten, setelah Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang lebih dulu dikembangkan dengan model daerah perdagangan bebas.
Salah satu rencana Pemprov Kepri adalah menambah kapal perintis untuk Natuna dan Anambas, serta mengadakan satu kapal perintis dari Tanjungpinang ke beberapa pulau di Linggga hingga ke Jambi.
(ANT-L/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
