
BUMD Batam Pasok Gas PLN

Batam (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Kota Batam PT Pembangunan Batam memasok gas untuk PT Pelayanan Listrik Nasional Batam dan perusahaan-perusahaan penyelia listrik industri.
"PT Pembangunan Batam membeli gas dari Merang Jambi untuk disalurkan ke industri dan PLN," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi, Selasa.
PT Pembangunan Batam menjalankan bisnis jual beli gas untuk disalurkan kepada perusahaan-perusahaan.
Gas yang dibeli BUMD Batam dari Pertamina Merang Jambi mulai dipasok September 2011 untuk memenuhi kebutuhan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Dari lima mmbtud gas yang dimiliki PT Pembangunan Batam, empat mmbtud di antaranya dialokasikan untuk PLN Batam, sisanya untuk perusahaan industri.
Kepala Dinas mengatakan PT Pembangunan Batam mendapatkan kontrak firm dengan Pertamina Merang Jambi sebesar lima mmbtud.
"Lima mmbtud itu dapat menghasilkan 20 mega watt listrik," kata dia.
Mengenai penyaluran listrik, ia mengatakan terserah PLN Batam dan perusahaan-perusahaan sejenis, karena PT Pembangunan Batam hanya menjual gas.
"Yang pasti untuk memenuhi kebutuhan gas PLN, listriknya mau disalurkan ke mana, terserah PLN," kata Hijazi.
Sementara itu, penyaluran gas milik Premier Oil dari sumur gas Blok A Natuna untuk PLN Batam terkendala ketersediaan pipa untuk memotong jalur Natuna-Singapura.
Ahmad Hijazi mengatakan penyaluran gas Natuna-Batam menggunakan pipa jalur Natuna-Singapura, yang dipotong ditengah jalan untuk didistribusikan ke Kota Industri.
Titik serah gas yang ditentukan Premier Oil, kata Hijazi, berada di tengah laut, sehingga tidak disepakati PT Pelayanan Listrik Nasional Batam dan PT Universal Batam Energy sebagai pelanggan gas.
"Titik serah dari Premier Oil awalnya di tengah laut, tidak disanggupi PLN Batam dan PT UBE," kata dia.
Namun, akhirnya disepakati titik serah gas berada di Pulau Pemping Kecamatan Belakang Padang, sebelum diteruskan ke Pulau Batam.
Pihak terkait akan membangun jaringan pipa melalui Pulau Pemping kemudian disalurkan ke Tanjunguncang dan Panaran.
Gas itu, kata dia, akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Listrik yang dihasilkan sebagian akan digunakan sebagai percadangan untuk industri sedang sebagian lainnya bisa disalurkan untuk kebutuhan masyarakat.
"Perbandingannya tergantung permintaan saja. Ini sekalian untuk mengantisipasi kalau terjadi gangguan di Sumatera," kata Hijazi. (ANT-YNJ/S006/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
