Logo Header Antaranews Kepri

Batam Akan Impor Daging Sapi Jelang Ramadhan

Rabu, 27 Juli 2011 14:32 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam akan mengimpor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2011.

"Izin impor daging sapi sudah keluar pekan lalu," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Suhartini di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, daging sapi untuk kebutuhan warga Batam akan didatangkan dari Selandia Baru dan Australia.

Menurut Suhartini, semestinya impor daging hanya dari Australia, namun karena negara itu membatasi ekspor daging ke Indonesia, maka impor daging juga dikirim dari Selandia Baru.

Mengenai jadwal impor, ia mengatakan belum ditetapkan karena masih menunggu kajian tentang jumlah daging yang dikirim.

Kuota daging impor, kata dia, disesuaikan dengan jumlah kebutuhan warga Batam. "Kuotanya disesuaikan dengan kebutuhan," kata Suhartini.

Menurut dia, setiap hari masyarakat Batam membutuhkan sekitar 20 ton daging sapi.

Batam membutuhkan impor daging sapi karena pasokan dalam negeri terbatas, apalagi menjelang Ramadhan dan Lebaran. Jika tidak impor dipastikan akan terjadi kelangkaan daging.

"Batam sebagai daerah yang tergantung pasokan dari luar tidak punya pilihan lain kecuali impor dari luar negeri," katanya.

Ia mengatakan, peternakan di Batam saat ini baru dapat memasok dua ton daging sapi setiap hari dari total kebutuhan warga 20 ton.

"Sebanyak 18 ton kebutuhan daging sapi lainnya didatangkan dari daerah lain," katanya.

Menurut Suhartini, pemerintah pusat masih belum memberikan izin impor telur.

Dinas KP2K akan menjajaki sumber pasokan telur dari daerah lain, selain Medan. "Kita akan komunikasi dengan para distributor lain. Mungkin masih ada telur dari daerah lain yang lebih murah," katanya.

Harga telur terus meningkat menjelang Ramadhan, sekarang Rp1.300 per butir, naik dari biasanya Rp900. (ANT-YJN/E005/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026