
DPRD Karimun Akan Panggil Disdik Terkait Kisruh SMK

Karimun (ANTARA News) - Komisi A DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin pekan depan akan memanggil Dinas Pendidikan kabupaten setempat terkait konflik antara majelis guru dengan kepala sekolah di SMK Negeri Karimun yang mencuat dalam pekan ini.
"Kami sudah menyiapkan surat untuk memanggil pihak Dinas Pendidikan untuk hadir dalam rapat dengar pendapat Senin pekan depan. Pemanggilan bertujuan untuk mempertanyakan konflik yang terjadi di SMK Negeri 1," kata Ketua Komisi A Jamaluddin Sahari di Gedung DPRD Karimun, Jumat.
Konflik antara majelis guru dengan kepala SMKN 1 mencuat di media sejak awal pekan ini. Sebanyak tiga belas guru di sekolah tersebut menyampaikan mosi tidak percaya kepada Kepala SMKN 1.
Menurut Jamaluddin, Komisi A juga akan memanggil Kepala SMKN 1 Joko Lelono, perwakilan guru yang menyampaikan mosi tidak percaya serta.
"Dewan berinisiatif melakukan pemanggilan untuk mencegah konflik tersebut tidak berlarut-larut dan tidak berimbas pada kegiatan belajar mengajar," katanya.
Sekretaris Komisi A Anwar Abubakar mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan penyebab timbulnya mosi tidak percaya dari majelis guru kepada kepala sekolah.
"Kami ingin mengetahuinya secara langsung karena konflik itu baru kami dengar di media. Beberapa guru mengaku kecewa dengan kebijakan kepala sekolah," ucapnya.
Menurut dia, Komisi A juga akan mempertanyakan kelayakan Joko Lelono sebagai kepala sekolah.
"Kami akan tanyakan apakah yang bersangkutan memenuni kompetensi sebagai kepala sekolah. Hemat kami, seorang kepala sekolah yang memenuhi persyaratan tentu mampu mengatasi berbagai persoalan yang timbul di sekolah," ucapnya.
Anggota Komisi A Jamaluddin mengatakan hubungan yang tidak harmonis antara kepala sekolah dengan majelis guru dikhawatirkan menjalar pada siswa.
"SMKN 1 merupakan sekolah unggulan yang diharapkan melahirkan generasi muda yang siap memasuki dunia kerja. Kalau suasana sekolah sudah tidak harmonis, bagaimana mungkin tujuan tersebut dapat tercapai dengan maksimal. Kami berharap akar masalah konflik tersebut terungkap dalam rapat yang akan dilaksanakan dan segera diselesaikan dengan baik," katanya.
(ANT-RD/B013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
