Logo Header Antaranews Kepri

PLN Karimun Upayakan Ramadhan Tanpa Pemadaman

Sabtu, 30 Juli 2011 18:23 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - PT Perusahaan Listrik Negara Ranting Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau berupaya untuk tidak melakukan pemadaman aliran listrik kepada pelanggan selama bulan Ramadhan 1432 Hijriyah.

"Kami berupaya untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama Ramadhan, kecuali jika terjadi gangguan mendadak seperti faktor alam atau kerusakan mesin," kata Kepala PT PLN Ranting Tanjung Balai Karimun, Khalid ketika dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Menurut Khalid, meski daya yang dihasilkan dari mesin pembangkit di Unit PLTD Bukit Carok, Kecamatan Tebing pas-pasan, yaitu sebesar 20 megawatt (MW), hampir sama dengan kebutuhan daya saat beban puncak.

Namun demikian, pihaknya memiliki empat mesin cadangan dengan kapasitas daya 4 MW, termasuk satu mesin yang baru didatangkan dan sudah terpasang di Bukit Carok.

"Mesin cadangan ini seyogianya disiapkan untuk menggantikan mesin lain jika menjalani perawatan rutin. Namun akan kita operasikan jika kebutuhan daya selama puasa tidak tercukupi dengan mesin lain," tuturnya.

Dia belum bisa memprediksi lonjakan daya selama puasa, namun peningkatan diperkirakan terjadi pada saat berbuka dan sahur.

Meski persediaan daya lebih dari cukup, dia juga mengimbau kepada pelanggan agar tetap berhemat dalam menggunakan energi listrik.

"Kami mengimbau agar lampu atau barang elektronik dimatikan jika tidak digunakan. Dengan berhemat, setidaknya dapat memperkecil potensi pemadaman mendadak akibat kelebihan daya," ucapnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, pihaknya sedang melakukan penebangan pohon-pohon tua yang tumbuh berdekatan dengan jaringan atau tiang listrik di seluruh wilayah Pulau Karimun Besar.

"Beberapa waktu lalu, jaringan bertegangan tinggi di Jalan Pertambangan putus dihantam pohon sehingga pasokan daya dari mesin pembangkit ke pusat kota terhenti. Kami tidak menginginkan hal itu terjadi pada masa mendatang," tuturnya.

(ANT-RD/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026