
DPRD Batam Optimistis Anggaran Tidak Defisit

Batam (ANTARA News) - Badan Anggaran DPRD Batam optimistis kas daerah masih sehat meski pemerintah kota menyatakan APBD Perubahan 2011 defisit Rp275 miliar.
"DPRD optimistis APBD tidak defisit, penerimaan asli daerah bagus," kata Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Batam Aris Hardy di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, penerimaan asli daerah mencapai 90 persen dari yang ditargetkan, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran anggaran defisit.
"Ada beberapa PAD yang melampaui target, memang ada juga yang belum, tapi keseluruhan mencapai 90 persen," kata dia.
Aris mengaku bingung dengan kepesimisan Pemkot Batam, sehingga menyatakan defisit di media, apalagi menyebut angka hingga Rp275 miliar.
Namun, bila memang terjadi defisit, Aris meminta pemkot tidak memotong proyek fisik yang menjadi prioritas seperti pembangunan sekolah, gaji dan kesejahteraan pegawai dan pos-pos anggaran yang terkait dengan pelayanan langsung ke masyarakat sepeti pembuatan KTP dan Puskesmas.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan, asumsi dasar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Perubahan 2011 hanya Rp1,125 triliun, menurun dibandingkan APBD murni yang mencapai Rp1,4 triliun.
Asumsi PAD berkurang dari Rp369 miliar menjadi Rp269 miliar dan dana perimbangan menurun dari Rp838 miliar menjadi Rp810 miliar.
Bagi hasil pajak juga berkurang dari semula ditargetkan Rp196 miliar menjadi Rp171 miliar. Dana bagi hasil provinsi juga mengalami penurunan dari Rp89 miliar menjadi Rp84 miliar.
Akibat menyusutnya APBD, pembiayaan sejumlah program pemerintah terpaksa dipotong. "Tapi kalau bisa, untuk program yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat tidak dipotong," katanya.
Kepala Dinas Tata Kota Batam juga menunda rencana pembangunan tiga sekolah karena keterbatasan anggaran.
Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono mengatakan, dari empat sekolah, hanya satu yang pembangunannya diteruskan, sedangkan tiga lainnya ditunda.
Menurut dia, seharusnya dalam APBD Batam 2011 Pemkot Batam membangun empat sekolah yaitu SD Sei Daun, SD Sei Pelengut dan dua SMP di Dapur 12 dan Batam Kota. Namun, yang dibangun hanya SD Sei Pelengut.
Ia mengatakan, tiga sekolah lain akan dianggarkan ulang pada APBD 2012.
Selain karena keterbatasan anggaran, penundaan pembangunan sekolah baru juga karena waktu pembangunan yang sempit. "Saya tidak berani karena waktu habis anggaran sebentar lagi, sementara lahan yang tersedia belum matang," kata dia. (ANT-YJN/R014/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
