
Pemudik Padati Pelabuhan Sekupang

Batam (ANTARA News) - Ribuan warga Kota Batam yang ingin mudik ke kampung halaman menggunakan kapal mulai memadati Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat.
Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang Erwin Syafrizal mengatakan ribuan pemudik tersebut banyak yang sudah sampai di pelabuhan sejak dini hari terutama calon penumpang tujuan Provinsi Riau.
"Sebagian ada yang sampai pelabuhan sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka memilih sahur di pelabuhan karena khawatir ketinggalan kapal," kata dia.
"Padahal kapal pertama baru berangkat sekitar pukul 06.00 WIB," ujar Erwin.
Walaupun belum sampai pada puncaknya, Erwin menjelaskan, lonjakan penumpang pada Jumat (26/8) sudah mulai terasa.
"Hari ini belum pada puncak arus mudik. Namun jumlah penumpang terus melonjak. Kemungkinan besok (Sabtu, 27/8) dan Minggu (28/8) akan menjadi puncak arus mudik melalui pelabuhan Sekupang," kata dia.
Direktur PT Batam Bahari Sejahtera selaku operator MV Batam Jet Hasan Pribadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tiga feri untuk mengangkut penumpang tujuan Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, Bengkalis dan Dumai mulai Kamis (25/8).
"Kami telah menyiagakan tiga feri untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," ujar Hasan.
Kepala PT Lestari Indoma Bahri Cabang Batam selaku operator MV Dumai Express Budi Indra Susanto mengatakan lebih kurang 1.069 orang penumpang diangkut dengan empat feri tujuan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Buton, Selatpanjang, Bengkalis dan Dumai.
"Jumlah penumpang paling banyak saat pagi hari dengan tujuan Dumai, Selatpanjang dan Buton Provinsi Riau. Sementara pada siang hari agak berkurang," kata dia.
Di tempat yang sama, Sekretaris Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (Indonesian National Shipowners Association/INSA) Azhar mengatakan semua operator pelayaran di Pelabuhan Domestik Sekupang telah menyiapkan kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.
"Bila diperlukan tambahan pelayaran, semua operator siap menambah kapal," kata Azhar.
(ANT-L/E005/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
