Logo Header Antaranews Kepri

Pasokan Sayur ke Batam Mulai Lancar

Minggu, 4 September 2011 10:55 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) -Pasokan sayur-mayur ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dari beberapa daerah sekitar mulai lancar setelah selama hampir sepekan tersendat, karena petani di daerah asal tengah berlebaran 1432 H.

"Pasokan sayuran dari Tanjungpinang dan Sumatra Utara sudah masuk sejak kemarin," kata pedagang di Pasar Botania, Sulaiman, di Batam, Minggu.

Menurut pedagang itu, selama tiga hari sejak 30 September pasokan sayur-mayur seperti beberapa jenis sawi, kol, tomat, ketimun, cipir, kacang pajang dari Sumatra Utara dan Tanjungpinang sempat terhenti karena para petani sedang merayakan Idul Fitri.
"Pada beberapa hari hanya sayur bayam dan kangkung dari petani lokal Batam saja yang ada, jumlahnya juga sangat terbatas dan membuat harganya mengalami kenaikan," kata.

Menurut Sulaiman, rata-rata harga sayur saat Lebaran mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu tiap kilogram dibanding pada saat Ramadan.

Pedagang sayur-mayur di Pasar Avava Batam, mengatakan dua hari terakhir harga sayur-mayur kembali normal seiring masuknya sayuran dari Sumatra Utara dan Tanjungpinang.

"Harga mulai normal karena pasokan kembali normal dan mencukupi, " kata dia.

Saat ini, kata Muhajir, sayuran seperti kacang panjang, bayam dan kangkung dijual dengan harga Rp8.000 kg, sementara jenis sawi masih dijual dengan harga Rp12.000.

"Memang masih sedikit mahal, namun sudah mengalami penurunan sekitar Rp2.000 saat Lebaran," tambah dia.

Pedangang di Pasar Baloi Centre juga mengatakan pasokan sayur mayur sudah kembali normal.

"Semua jenis sayur mayur sudah masuk," kata Sukirman.

Walaupun sayur-mayur sudah masuk ke Pasar Baloi Centre namun harga di pasar tersebut masih sedikit lebih mahal.

Di pasar tersebut, sayur bayam, kangkung, dan kacang panjang masih dijual dengan harga Rp9.000 sementara sayur jenis sawi masih dijual dengan harga Rp13.000

Minggu pagi, hampir semua kios di beberapa pasar Kota Batam yang sempat tutup selama beberapa hari karena ditinggal mudik pemiliknya mulai buka kembali.

(ANT-L/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026