Logo Header Antaranews Kepri

Aktivitas PT Nexus Batam Normal Pascakerusuhan

Rabu, 21 September 2011 21:04 WIB
Image Print

Batam, 21/9 (ANTARA) - Aktivitas perusahaan PT Nexus Engineering di Kawasan Industri Kabil, Batam, Rabu, kembali pulih pascakerusuhan antara petugas keamanan perusahaan dengan karyawan yang terjadi pada Selasa (20/9) kemarin.

"Perusahaan sudah beraktivitas seperti biasa. Semua karyawan termasuk subkontrak yang mendapat jadwal masuk pagi sudah kembali bekerja," kata Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) PT Nexus Engineering Batam, Suri di Batam, Rabu.

Suri mengatakan, kerugian perusahaan akibat aksi kerusuhan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta.

"Kerusakan paling parah hanya pada pos sekuriti dan pos pengecekan keselamatan dan kelengkapan kerja. Sementara untuk klinik hanya mengalami pecah kaca saja," tambah Suri.

Untuk sementara, lanjutnya, pengamanan di lokasi perusahaan diambil alih Polsek Nongsa dan Polresta Batam Rempang Galang (Barelang).

Kapolsek Nongsa Kompol Herry Robertus mengatakan jumlah polisi yang diturunkan untuk mengamankan lokasi perusahaan sebanyak 50 orang. Terdiri dari anggota Polsek Nongsa dan Polresta Barelang.

"Sementara kami memang ditugaskan untuk mengamankan situasi di perusahaan," kata dia.

Herry mengatakan, sudah menerima laporan secara resmi dari pihak perusahaan mengenai kerusuhan tersebut dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat.

"Kami telah memintai keterangan tiga petugas keamanan yang bertugas saat itu," tambah dia.

Pada Selasa (20/9) kemarin, ribuan karyawan subkontrak perusahaan tersebut mengamuk dan membakar pos sekuriti perusahaan.

Menurut salah seorang karyawan, Niko, kejadian tersebut dipicu salah seorang karyawan dipukul oleh oknum diduga anggota TNI yang bertugas di perusahaan, karena karyawan yang belum diketahui namanya itu salah parkir.

"Ribuan karyawan lain tidak terima dan langsung mengejar oknum anggota TNI dan petugas keamanan yang melakukan pemukulan," kata dia.

(ANT-L/E010/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026