Logo Header Antaranews Kepri

Antam Serahkan 16 Aset kepada Pemkab Bintan

Jumat, 7 Oktober 2011 22:19 WIB
Image Print

Bintan (ANTARA News) - PT Aneka Tambang menyerahkan 16 aset kepada Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat.

Aset tersebut diserahkan Direktur Umum PT Aneka Tambang (Antam), Denny Maulasa kepada Bupati Bintan, Ansar Ahmad.

Sebanyak 16 aset yang diserahkan Antam kepada Pemkab Bintan antara lain, gedung olahraga dan halamannya, taman kanak-kanak, gereja, Masjid Raya dan Taman Relief Antam Kijang yang merupakan fasilitas umum.

Antam juga menyerahkan beberapa aset yang selama ini digunakan untuk kepentingan sosial.

Aset-aset yang sudah diberikan akan dicatat Pemkab Bintan pada neraca kekayaan daerah sehingga terpelihara dan terjaga.

"Kami minta bantuan pihak Antam untuk merehabilitasi kolam renang dan TK untuk daerah," kata Bupati Bintan, Ansar Ahmad.

Aset tersebut sangat dibutuhkan untuk percepatan pembangunan di Bintan. Pemerintah Bintan berharap, proses penyerahan aset lainnya dapat dilakukan secara terus-menerus oleh PT Antam kepada Pemkab Bintan.

Kijang akan dijadikan pusat pemerintahan Kecamatan Bintan Timur. Aset berupa lahan dan gedung milik PT Antam sangat dibutuhkan pemerintah sebagai sarana penunjang andalan di ibu kota kecamatan, .

Ia mengatakan, aset-aset yang bersifat komersial seperti Pelabuhan Dermaga Antam belum dapat diserahkan karena harus melalui prosedur yang panjang.

Pemerintah Bintan harus membeli aset yang memiliki nilai ekonomis dari PT Antam.

Pemerintah Bintan berupaya membeli aset yang bernilai ekonomis tidak tunai, melainkan dibayar dalam jangka panjang.

"Aset yang bersifat komersial sulit langsung dilepaskan pihak Antam karena harus melalui proses akurasi dan persetujuan Komisaris PT Antam," katanya.

Direktur Umum PT Antam, Denny Maulasa, mengatakan, pihak Antam merasa senang menyerahkan aset kepada Pemda Kabupaten Bintan.

Aset-aset yang diberikan sudah banyak yang direnovasi dan diperbaharui oleh Pemkab Bintan.

Aset yang memiliki nilai ekonomis pelepasannya harus melalui penjualan, seperti dermaga yang akan dibangun pemda untuk pusat kegiatan ekonomi di Kijang.

"Penyerahannya harus melalui penjualan, khusus untuk Bintan pembayarannya bisa dicicil dan dipermudah," kata Denny.

(NP/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026