
247 Pengusaha Bintan Investasi di Bursa Efek

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sebanyak 247 orang pengusaha di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, berinvestasi di Bursa Efek Indonesia.
"Dari data resmi yang kami peroleh, sebanyak 247 orang investor asal Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) menanamkan modalnya dalam bentuk saham," kata Kepala Divisi Informasi Pemasaran Bursa Efek Indonesia (BEI) Batam, Marco Poetra Kawet, di Tanjungpinang, Selasa.
Sementara pengusaha di Batam yang berinvestasi di BEI jumlahnya mencapai 1.189 orang. Modal yang ditanamkan dalam bentuk saham senilai Rp100 miliar dalam setiap bulan.
"Di Kepulauan Riau, pemodal asal Batam yang paling banyak menanamkan modalnya di BEI," ungkapnya.
BEI menetapkan tiga cara untuk berinvestasi saham, yaitu membeli saham di pasar perdana, membeli saham di pasar sekunder, dan membeli reksa dana saham.
Membeli saham di pasar perdana adalah membeli saham pada saat suatu perusahaan "go public" atau menawarkan saham pertama kali kepada publik.
Sementara membeli saham di pasar sekunder yaitu membeli saham yang telah tercatat di bursa efek dengan menggunakan jasa perusahaan pialang efek.
"Membeli reksa dana saham adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari investor dan dikelola oleh manajer investasi," ujarnya.
Investor dapat berinvestasi saham dengan cara menjadi nasabah di perusahaan pialang efek, menyetor dana sesuai dengan syarat yang telah ditentukan, memberikan order beli atau jual saham yang diinginkan dan memantau rekeningnya.
Sementara untuk memilih perusahaan efek, investor dapat mempertimbangkan kelengkapan sarana dan perasarana perusahaan efek, kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah dan reputasi perusahaan pialang efek.
"Calon investor juga harus mempertimbangkan modal yang dimiliki perusahaan pialang efek," ujarnya.
(KR-NP/A027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
