Logo Header Antaranews Kepri

UMK Batam 2012 Diajukan Rp1,302 Juta

Jumat, 25 November 2011 18:23 WIB
Image Print
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Jumat (25/11) menjawab wartawan tentang upah minimum kota 2012 yang diajukan kepada Gubernur Kepulauan Riau. (kepri.antaranews.com/josengbie)

Batam (ANTARA Kepri) - Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengajukan angka Rp1,302 juta per bulan untuk upah minimum kota tahun 2012 yang dianggapnya sesuai dengan hasil survei tentang kebutuhan hidup layak sebagai acuan penetapan upah minimum tahun depan.

Kendati demikian, kata Dahlan di kantornya, Jumat petang, Pemerintah Kota Batam dalam surat kepada Gubernur Kepulauan Riau menyertakan angka Rp1,26 juta yang diinginkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Rp1,76 juta yang dikehendaki perwakilkan pekerja.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat Gubernur menerbitkan putusan, kata Wali Kota, pascabentrokan massa buruh dan aparat kepolisian pada sehari sebelumnya yang disertai dengan pembakaran beberapa mobil dan pos polisi.

Ia mengemukakan, Musyawarah Pimpinan Daerah (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Batam mendukung angka Rp1,302 juta untuk UMK 2012 sebab sesuai dengan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) hasil survei Dewan Pengupahan Kota Batam 2011.

Didampingi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kolonel (L) Iwan Isnuwarto dan Komandan Kodim 0316/Batam Letkol (Inf) Ahmad Rizal, Wali Kota Batam bersama Wakil Wali Kota, Rudi, mengajak semua pihak menunggu keputusan Gubernur dan berpartisipasi menjaga keamanan kota setelah pada Kamis (24/11) dilanda kerusuhan massa pekerja yang mendesak upah minimum kota (UMK) 2012 sebesar Rp1,76 juta.

Wali Kota menyatakan yakin KHL Rp1,302 juta akan diterima para pihak sebab nilai itu sesuai dengan KHL yang sudah ditandatangani para pihak, kendati pada perundingan UMK 2012 beberapa waktu lalu, Apindo mengusulkan revisi menjadi Rp1,26 juta dengan alasan harus dikurangi dengan memperhitungkan biaya sewa kamar dan transportasi.

Selain itu, Apindo menyatakan industri sedang terimbas negatif krisis ekonomi di Eropa, serta banjir di Bangkok, Thailand yang menyebabkan komponen yang akan dirakit di Batam terhambat.

Mereaksi Apindo, perwakilan pekerja mengajukan angka KHL 'real" Rp1,76 juta, kata Dahlan.

Akibatnya, sampai perundingan putaran kedelapan tidak terjadi kesepakatan dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Batam harus minta Gubernur Kepulauan Riau memutuskan UMK Batam untuk tahun mendatang.

Besaran UMK Batam 2012 yang akan diupayakan sama dengan nilai KHL merupakan kesepakatan pada menjelang akhir 2010 ketika Apindo, perwakilan pekerja dan perwakilan pemerintah kota menyetujui UMK Batam 2011 sebesar Rp1,18 juta.

Di tempat terpisah, Saiful Badri, Ketua Konfederasi Serikat Seluruh Indonesia (KSPSI)Kota Batam menyanggah perwakilan pekerja telah menyepakati KHL 2011 hasil survei Dewan Pengupahan Kota yang sebesar Rp1,302 juta.

"Kami memang telah menandatangani, tetapi itu tidak berarti menyetujui," katanya.

Selain KSPSI, perwakilan buruh dalam perundingan UMK 2012 dan adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Ketiga serikat buruh/pekerja itu memasang Rp1,76 juta sebagai KHL versi "real".

Apabila Gubernur memutuskan UMK 2012 untuk Batam Rp1,302 juta, katanya, FSPMI akan membicarakan dengan KSBSI dan FSPMI beserta aliansi-aliansi dengan mengedepankan kepentingan peningkatan kesejahteraan pekerja.

"Kami berjuang dan harus siap dengan apapun yang harus dihadapi dalam perjuangan," katanya.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi yang juga mantan anggota Polri berpendapat, pascabentrok pekerja dan aparat serta anarki massa buruh pada Kamis (24/11), tidak perlu pengendalian keamanan dengan jam malam yang bila dilaksanakan malah berimplikasi luas bagi kehidupan kota.

Menanggapi situasi terakhir Kota Batam, Komandan Pangkalan TNI AL Batam Kol (L) Iwan Isnuwarto menyatakan, siap membantu pengamanan di darat bila dimintai kepolisian.

Di tempat yang sama, Dandim 0316/Batam Kolonel (Inf) Ahmad Rizal menyatakan, terus mendukung upaya Polri untuk menjaga keamanan dan personel Yonif 134/Tuah Sakti telah dikerahkan untuk pengamanan kota antara lain di lingkungan industri.

Situasi Kota Batam relatif normal, hanya di Batam Kota dekat Kantor Wali Kota yang pada Rabu dan kamis pekan ini menjadi pusat unjuk rasa pekerja, banyak restoran, toko, restoran serta Mega Mall Batam Centre, tutup sejak pagi sebab tersiar kabar akan terjadi demonstrasi pada hari ketiga.

Di pusat perbelanjaan lain seperti Nagoya Hill Super Block dan Batam City Square, umumnya toko dan restoran buka seperti biasa dan turis asing dari Singapura tetap berdatangan, meski ada pekerja asing di beberapa industri di Batuampar malah menyeberang ke Singapura mengantisipasi situasi buruk sekalian berlibur akhir pekan.

(A013/B012)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026