
Pulau Karimun Dikepung Banjir

Karimun (ANTARA Kepri) - Hujan lebat yang mengguyur Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sejak Jumat dini hari mengakibatkan sejumlah pemukiman penduduk dan ruas jalan kebanjiran.
Pemukiman penduduk di Kelurahan Teluk Air Kecamatan Tanjung Balai Karimun merupakan daerah terparah yang terendam air.
Puluhan rumah di kawasan tersebut terendam dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
Banjir tidak hanya menggenangi halaman, tetapi turut menggenangi seisi rumah.
"Kami tidak bisa beraktivitas karena sejak subuh terpaksa mengeringkan rumah dari genangan air. Tapi air sulit dikeringkan karena hujan terus mengguyur dengan lebat," kata Andi, seorang warga.
Beberapa warga mengungsikan kendaraan bermotor dan perabotan ke tempat yang lebih tinggi.
"Sepeda motor saya titip di rumah saudara yang letaknya lebih tinggi. Tapi, beberapa perabotan rumah tidak bisa dipindah karena terlanjur tergenang air, beruntung peralatan elektronik seperti televisi tidak kena air," ucap Udin, warga lain.
Banjir yang menggenangi Teluk Air dimanfaatkan anak-anak untuk mandi dan berenang.
Kondisi sama juga terjadi di Kelurahan Sei Lakam Tanjung Balai Karimun, Kelurahan Baran dan Sei Raya di Kecamatan Meral serta komplek perumahan di Jalan Kapling Kecamatan Tebing.
Ketinggian air di sejumlah kawasan pemukiman tersebut bervariasi antara 30 hingga 50 centimeter.
Sebagian besar kawasan terendam air merupakan dataran rendah dan daerah langganan banjir.
"Rumah kami terendam akibat luapan air dari selokan," kata Andi, warga Pelipit.
Tingginya curah hujan mengakibatkan saluran air tidak mampu menampung luapan air dari dataran tinggi, seperti di Jalan Pelipit yang terendam di dua titik dengan ketinggian air antara 30 hingga 50 centimeter.
Drainase yang sempit dan mandeg di jalan tersebut tidak mampu menampung limpahan air dari dataran tinggi Kapling dan Bukit Senang.
Beberapa pengendara terjebak banjir setelah sepeda motor macet akibat kemasukan air.
Sebagian lainnya memilih jalan alternatif dengan melintasi jalanan rusak menuju Orari.
"Saya tidak berani melintasi Jalan Pelipit karena khawatir sepeda motor mogok," kata Deni, warga Kali Baru.
Di Baran, genangan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi turut meluap hingga ke ruas jalan yang menghubungkan Kota Tanjung Balai Karimun dengan Kecamatan Meral.
"Tadi genangan air cukup tinggi sehingga memaksa kami memindahkan peralatan dapur ke ruang tengah," ucap Sri, warga. (pso-028/D009)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
