
Harga Cabai Merah di Kepri Meroket

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Harga cabai merah yang dijual pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau dalam sepekan terakhir meroket.
"Persediaan cabai merah cukup banyak, namun harganya naik," kata salah seorang pedagang sayur-sayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Fahmi, Minggu.
Sejak tiga hari lalu cabai merah drastis naik dari Rp33.000/kg menjadi Rp43.000/kg. Sebelumnya, harga cabai merah hampir setiap hari mengalami perubahan.
"Biasanya harga cabai merah hanya naik sedikit, kemudian turun lagi, tetapi sejak tiga hari lalu hingga sekarang harganya naik menjadi Rp43.000/kg," ungkapnya.
Fahmi mengemukakan, cabai merah yang dijual pedagang sayur-mayur di Tanjungpinang berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa. Distribusi cabai merah ke Tanjungpinang dalam bulan ini relatif lancar sehingga persediaannya cukup banyak.
Kenaikan harga cabai merah bukan disebabkan permainan pedagang, karena pedagang mengikuti harga yang ditetapkan distributor.
Biasanya, kata dia, harga cabai merah naik pada saat persediaannya sedikit.
"Kami belum mengetahui apakah cabai merah naik karena menjelang Natal dan Tahun Baru atau tidak," katanya.
Sementara itu, Eli, pedagang sayur mayur lainnya di Pasar Baru Tanjungpinang, mengungkapkan, kenaikan harga cabai sering kali terjadi pada saat menjelang hari besar keagamaan. Namun kali ini, harga cabai rawit justru bertahan Rp26.000/kg, padahal cabai rawit dan cabai merah sama-sama berasal dari beberapa daerah pertanian di Pulau Jawa.
"Harga cabai merah dan rawit biasanya sama, namun kali ini hanya harga cabai merah yang naik," ujarnya.
Pedagang tidak dapat memastikan apakah harga cabai merah kembali naik mendekati Natal dan Tahun Baru 2012 atau tidak. Namun mereka khawatir cabai merah kurang laku terjual jika harga yang ditetapkan distributor terlalu tinggi.
"Biasanya semakin mendekati Natal harganya semakin naik. Tapi kami tidak dapat memastikannya," katanya.
(KR-NP/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
