
Interkoneksi Listrik Batam-Bintan Segera Dilakukan

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - General Manager PT PLN Wilayah Riau Kepri, Djoko Raharjo Abumanan mengatakan interkoneksi listrik dari Pulau Batam ke Pulau Bintan, Kepulauan Riau segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
"Pekan lalu kami sudah melakukan penandatanganan pembelian listrik dari Batam untuk interkoneksi ke Bintan," kata Djoko saat melakukan kunjungan kerja bersama Gubernur Kepulauan Riau ke PLTU Galang Batang, Kamis.
Djoko mengatakan sedang melakukan pelelangan untuk pemasangan kabel bawah laut dari Batam ke Bintan sehingga bisa direalisasikan pada 2012.
Menurut dia, riak penolakan dari sejumlah politisi di Batam yang menolak untuk interkoneksi listrik ke Bintan tidak bisa dilakukan karena pembangunan pembangkit di Batam bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan listrik Batam.
"Tidak bisa seperti itu, bahan bakarnya saja datang dari mana-mana," ujarnya.
Djoko mengatakan, pihak PLN membeli listrik dari Batam dengan harga Batam, namun dijual ke Bintan dan Pulau Belakang Padang yang juga akan interkoneksi dengan harga listrik nasional.
"Pembelian dengan Batam biarlah itu urusan kami, tapi kami jual kepada masyrakat di Bintan dan Belakang Padang dengan harga republik," ujarnya.
Daya listrik yang akan diinterkoneksi dari Batam ke Bintan itu direncanakan sebesar 75 MW.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bintan menurut dia juga telah dan sedang dilakukan pembangunan beberapa pembangkit sperti di Galang Batang, Tanjung Uban, serta percepatan pembangkit di Air Raja, Kijang dan Sri Bintan.
"Sekarang daya tersedia sudah mencapai 52 MW, sedangkan kebutuhan puncak di Tanjungpinang sebesar 43 MW," ujarnya.
Menurut dia, di Galang Batang akan ada sumber listrik sebesar 6x15 MW dari tiga pembangkit yang sedang dibangun termasuk PLTU Galang Batang yang sudah melakukan sinkronisasi dengan jaringan PLN dengan daya sebesar 12 MW.
Di Karimun menurut dia, juga ada PLTU dengan daya 2x7 MW yang sedang sinkronisasi dengan jaringan PLN
Untuk di Dabo Singkep, Lingga juga sedang dilakukan pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x7 MW.
Sementara itu, untuk daerah pulau terdepan saat ini telah ada pemasangan listrik tenaga surya di Moro, Karimun dan Tarempa, Kepulauan Anambas.
"Ada 19 pulau terdepan yang menjadi perhatian kami untuk dipasang tenaga listrik surya serta listrik desa," katanya.
Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani mengatakan, dengan paparan yang telah dilakukan PLN mengenai kondisi listrik di Kepulauan Riau, diharapkan pada 2013 semua kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi.
"Saya sangat optimistis pada 2013 kebutuhan listrik di Kepri, khususnya di Bintan, Karimun dan Linggu sudah bisa teratasi," ujarnya.
(pso-029/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
