
DPRD Batam Kunker ke Negara ASEAN

Batam (ANTARA Kepri) - DPRD Kota Batam menjadwalkan kunjungan kerja ke empat negara ASEAN untuk menambah wawasan anggota legislatif dalam membuat kebijakan.
"Tiap komisi dijadwalkan melakukan kunker ke luar negeri satu kali setahun," kata Wakil Ketua DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim di Batam, Senin.
Komisi III akan berangkat ke Vietnam untuk mempelajari pengelolaan pembangkit listrik, komisi IV ke Filipina melihat balai latihan kerja.
"Kalau komisi I dan II belum tahu mau ke mana. Belum ada laporannya," kata Aris.
APBD 2012 menganggarkan Rp2,2 miliar untuk perjalanan dinas seluruh anggota DPRD Kota Batam ke luar negeri.
Menurut Aris, kunjungan kerja ke luar negeri perlu untuk menambah wawasan anggota DPRD dalam membuat kebijakan.
Batam, kata dia, memiliki karakteristik yang unik, sehingga kunker ke daerah lain di Indonesia saja tidak cukup.
"Batam ini daerah industri di perbatasan, karakter ini yang membuat kunker ke luar negeri diperlukan," kata dia.
Hasil akhir dari kunker, kata dia, bukan perda, karena bukan perjalanan pansus tertentu, melainkan kajian yang dibutuhkan untuk membangun kota.
"Belum tentu untuk sekarang juga. Kajiannya mungkin untuk 10 tahun lagi," kata dia.
Negara tujuan kunjungan diusulkan oleh komisi masing-masing sesuai dengan tugas pokok fungsinya.
Anggota dewan akan menghabiskan waktu tujuh hari di luar negeri, kata Aris.
Di luar negeri, anggota dewan akan mengunjungi beberapa tempat untuk dipelajari.
Disinggung mengenai kemungkinan penyalahgunaan kunker menjadi arena rekreasi oleh anggota dewan, ia mengatakan tidak ada aturan hukuman. Jika ada anggota dewan yang melakukan kegiatan melenceng, maka akan dilaporkan ke fraksi masing-masing.
"Biar fraksi yang memberikan sanksi," kata politisi PKS.
Mengenai anggaran Rp2,2 miliar, ia mengatakan digunakan untuk akomodasi perjalanan dan uang saku.
Menurut dia, perjalanan kunker ke luar negeri dibolehkan, sesuai dengan Permendagri No. 59 tahun 2011.
Selain perjalanan kunjungan kerja komisi ke luar negeri, anggota DPRD Kota juga dijadwalkan bepergian ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Kunjungan ke daerah lain dilakukan panitia khusus yang sedang membahas peraturan daerah tertentu. Kunker pansus dianggarkan memakan biaya Rp4,8 miliar.
(Y011/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
