Logo Header Antaranews Kepri

BPS : Batam Deflasi 0,46 Persen

Jumat, 2 Maret 2012 11:33 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat di Kota Batam pada Februari 2012 terjadi deflasi sebesar 0,46 persen.

"Terjadinya perubahan harga-harga pada 80 komoditi menjadi pemicu deflasi di Kota Batam sebesar 0,46 persen pada Februari 2012," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statisik Provinsi Kepulauan Riau, Mangamputua Gultom di Tanjungpinang, Jumat.

Mangamputua mengatakan, deflasi yang terjadi itu merupakan yang pertama selama sepuluh bulan terakhir atau sejak April 2011 di Kota Batam, dimana indeks harga honsumen (IHK) Kota Batam pada Februari 2012 mengalami penurunan dari 125,91 pada Januari 2012 menjadi 125,33.

Dari 80 komoditi yang mengalami perubahan harga itu, sebanyak 25 komoditi atau jasa diantaranya mengalami penurunan harga.

Diantaranya lain cabai merah, bawang, angkutan udara, kangkung, daging ayam ras, sawi hijau, kacang panjang, air kemasan, bawang merah, cabai hijau, buncis, kentang, cabai rawit, wortel, udang basah, shampo dan sotong.

Sebaliknya, tercatat 55 komoditi lainnya mengalami kenaikan harga, antara lain sewa rumah, emas perhiasan, beras, ketimun, ikan tenggiri, jeruk, rokok kretek filter, bensin, ikan kembung/gembung, garam, anggur, celana panjang jeans, rokok putih, jasa pembuangan sampah, bedak dan ikan teri.

Berdasarkan indeks harga kelompok bahan makanan juga mengalami penurunan sebesar 2,47 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen.

Sebaliknya, empat kelompok lain justru mengalami kenaikan indeks harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,45 persen, kelompok sandang sebesar 1,31 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen.

Sedangkan indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan yang lalu.(KR-HKY/B008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026