Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Tanjungpinang Deflasi 0,31 Persen

Jumat, 2 Maret 2012 15:58 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat pada Februari 2012 terjadi deflasi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,31 persen.

"Deflasi pada Februari 2012 di Tanjungpinang disebabkan oleh terjadinya perubahan harga-harga pada 69 komoditi," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri), Mangamputua Gultom, di Tanjungpinang, Jumat.

Mangamputua menyebutkan, dari 69 komoditi yang mengalami perubahan harga itu, sebanyak 28 komoditi atau jasa mengalami penurunan harga, antara lain ikan selar, cabai merah, ikan tongkol, cabai rawit, sotong, bayam, kangkung, cabai hijau, sawi hijau, ikan kembung/gembung, ikan belanak, tomat buah, cumi-cumi, buncis, minyak goreng dan ikan tenggiri.

Sebaliknya, tercatat 41 komoditi lainnya mengalami kenaikan harga, antara lain tarif air minum dari PDAM, beras, ikan bakar, rokok kretek filter, emas perhiasan, bawang merah, semen, kerang, mobil, rokok kretek, kacang panjang, makanan ringan, ikan kakap merah, bensin, gula pasir dan ikan dalam kaleng.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - Februari) 2012 di Kota Tanjungpinang sebesar 0,91 persen, jauh lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,78 persen.

Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Februari 2012 dibanding dengan Februari 2011) di Kota Tanjungpinang sebesar 1,44 persen, juga jauh lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 7,94 persen.

Berdasarkan, indeks harga kelompok bahan makanan, deflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 2,44 persen.
Sebaliknya, lima kelompok lain justru mengalami kenaikan indeks harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,49 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,15 persen, kelompok sandang sebesar 0,53 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

"Sedangkan indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan yang lalu," ujarnya.(KR-HKY/E010)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026