
Pemkot Batam Awasi Harga Sembako di Pasar

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam melakukan pengawasan harga-harga kebutuhan pokok di kota tersebut untuk memastikan tetap stabil jelang kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.
"Saya telah meminta Dinas Perdagangan (Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral/Disperindag dan ESDM) melakukan pengawasan di pasar. Jangan sampai ada kenaikan sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan di Batam, Selasa.
Dia menyatakan sering kali terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako) saat ada isu kenaikan BBM sebelum pemberlakuan secara resmi.
"Ini tidak boleh terjadi. Kalaupun ada kenaikan harus saat harga BBM baru diterapkan. Kenaikannya juga harus proporsional sesuai dengan kenaikan BBM," kata dia.
Ia meminta, para pedagang tidak bermain-main dengan menaikkan harga kebutuhan pokok yang akan berdampak pada beban hidup masyarakat.
"Disperindag akan mengawasi dan akan menindak jika ada kenaikan yang tidak wajar," kata Dahlan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Batam belum mengambil sikap antisipasi kenaikan BBM yang kemungkinan segera diberlakukan.
"Sementara kami hanya mengawasi harga di pasar. Untuk langkah-langkah lain akan dibicarakan nanti dengan pihak terkait," kata dia.
Kantor Bank Indonesia Batam memprediksi, kenaikan harga bahan bakar minyak yang direncanakan pemerintah akan memicu inflasi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi 4,6 persen.
"Kenaikan BBM direncanakan hingga 30 persen, kalau hitung kasar, kenaikan inflasi juga 30 persen menjadi 4,7 persen," kata Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Batam Uzersyah.
Ia mengatakan inflasi year on year Kota Batam pada 2011 sekitar tiga persen.
Kepala Kantor Bank Indonesia Batam Elang Tri Praptomo mengatakan akselerasi inflasi di kawasan Batam mencapai sekitar empat persen jika dihitung dari rencana kenaikan BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter.
"Kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp4.500 naik menjadi Rp6.000 pasti akan mempengaruhi inflasi. Angka inflasi bisa naik 30 persen juga," kata dia.
Menurut dia, kenaikan harga BBM pasti memicu peningkatan inflasi karena penggunaan BBM mempengaruhi banyak sektor.
(KR-LNO/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
