Logo Header Antaranews Kepri

Batam Ekspor Ikan 15 Ton Per Hari

Selasa, 6 Maret 2012 20:32 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Nelayan Kota Batam dan sekitarnya mengekspor sekitar 15 ton ikan segar setiap hari ke Singapura dan Hongkong.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Batam Alexander di Batam, Selasa, mengatakan sekitar 15 ton ikan itu dikumpulkan nelayan dan diekspor melalui Batam.

"Dari keseluruhan, sekitar 30 persen ikan dari Batam, sisanya dari Senayang dan daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau," kata Alexander.

Ia mengatakan terdapat sekitar 30 pengumpul ikan yang tersebar di pulau-pulau penyangga Batam. Setiap hari, pengumpul melakukan ekspor ikan ke negara tetangga.

Jenis ikan yang diekspor, kata dia, segala jenis ikan segar.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas KP2K Kota Batam Suhartini mengatakan pemerintah tidak bisa melarang ekspor ikan oleh nelayan, meskipun kebutuhan lokal belum terpenuhi.

"Kami tidak boleh melarang, harga jual ekspor lebih tinggi," kata dia.

Umumnya, kata dia, ikan yang diekspor berkualitas paling bagus untuk kebutuhan restoran-restoran di Singapura. "Ikan campur, tapi biasanya kerapu. Lobster ada juga," kata dia.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Batam, Firman mengatakan nelayan lebih memilih ekspor ikan segar ke Singapura ketimbang memenuhi kebutuhan lokal.

"Hanya sebagian kecil saja ikan yang dipasok ke sini, lebih banyak yang dikirim ke Singapura," kata Firman.

Ia mengatakan harga jual ikan segar ke Singapura bisa dua kali lipat dibanding nilai lokal, sehingga nelayan memilih ekspor.

"Ini terjadi sejak dulu. Harga di Singapura lebih tinggi," katanya.

Ia menambahkan bahwa segala jenis ikan, udang dan hasil laut lainnya diekspor nelayan ke negara jiran melalui koperasi-koperasi.

Sementara ikan dalam negeri diekspor, pemerintah mengimpor ikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, Ashari Syarif mengatakan bahwa impor ikan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Sebanyak 145 ton ikan diimpor sejak awal 2012 hingga pertengahan Februari. Sementara itu, sebanyak 25.000 ton ikan impor asal Pakistan yang masuk ke Batam dinyatakan mengandung formalin.

(Y011/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026