Logo Header Antaranews Kepri

Batam Butuh SPBU Terapung Khusus Nelayan

Rabu, 28 Maret 2012 18:49 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pengadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terapung dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan nelayan pascakenaikan harga BBM.

"Nelayan membutuhkan SPBU yang dekat dengan keberadaannya, sebagai satu solusi kenaikan harga BBM," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam, Ahmad Hijazi di Batam, Rabu.

Kenaikan harga BBM, kata dia, menyulitkan nelayan. Apalagi, selama ini nelayan pulau-pulau pesisir membeli BBM dari pulau utama.

Selama ini, nelayan membeli bensin untuk mesin tempel di SPBU yang ada di pulau utama menggunakan jiriken. Dengan cara itu, otomatis harga bensin lebih mahal, kata Hijazi.

"Kalau harga bensin naik jadi Rp6.000, di pulau bisa Rp7.000," kata dia.

Menurut dia, bila Pertamina membuat SPBU terapung yang dekat dengan pulau-pulau tempat tinggal nelayan, maka akan membantu karena harga jualnya yang sama dengan kota.

"Pertamina harus dekatkan pelayanan dengan nelayan di pulau," kata dia.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pengembangan konversi bahan bakar minyak ke gas khusus untuk mesin tempel nelayan.

Dengan konversi, kata dia, maka pengeluaran nelayan akan berkurang setengah, karena BBG lebih hemat.

"Penghematannya bisa satu banding dua. Ini akan menguntungkan nelayan," kata Hijazi.

Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak untuk Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menjelang kenaikan harga BBM cukup.

Jaminan Pertamina itu disampaikan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

"Pertamina jamin stok BBM aman," kata dia.

Menurut Wali Kota, selama pasokan BBM cukup, maka masyarakat Batam kondusif dan tidak terprovokasi penolakan kenaikan harga.

"Di Batam itu yang penting pasokan aman. Itu aja deh," kata Wali Kota.

(Y011/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026