
Dinas Perikanan Karimun Optimalkan Pembinaan Petambak Ikan

Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengoptimalkan pembinaan terhadap petambak ikan air tawar untuk mengurangi ketergantungan ikan air tawar dari luar daerah.
"Kami memaksimalkan pembinaan terhadap petambak ikan dengan membentuk wadah Asosiasi Petani Ikan Air Tawar. Wadah ini diharapkan dapat melahirkan kekompakan dan satu persepsi antarsesama petambak ikan," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun Hazmi Yuliansyah di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Hazmi mengatakan penyatuan persepsi antarsesama petambak ikan sangat diharapkan agar dapat menyeragamkan harga jual ikan serta meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
"Selama ini kebutuhan ikan air tawar lokal masih harus ditutupi dari luar daerah seperti dari Pulau Batam. Contohnya kebutuhan pasar lokal ikan lele setiap bulan sekitar lima hingga tujuh ton, empat ton di antaranya didatangkan dari Pulau Batam," ucapnya.
Dia menuturkan wadah Asosiasi Petani Ikan Air Tawar tingkat kabupaten telah dikukuhkan pada Jumat pekan ini dan diharapkan sesegera mungkin memiliki cabang di seluruh kecamatan.
"Jumlah petani ikan air tawar yang terdata sekitar 80 orang, masing-masing memiliki satu hingga dua tambak. Kami berharap ke depan akan terjadi peningkatan jumlah tambak dengan produksi ikan yang berkualitas," katanya.
Menurut dia, peluang petambak untuk menguasai pasar lokal sangat terbuka karena hingga saat ini Karimun belum memiliki importir ikan air tawar.
"Saat ini di Karimun tidak punya importir ikan air tawar, ini sangat bagus untuk melindungi petambak ikan lokal," ucapnya.
Dia berharap wadah yang dibentuk itu menjadi sarana untuk mengetahui kebutuhan petambak dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
"Masukan dan saran yang diusulkan melalui Asosiasi Petani Ikan Air Tawar akan kami tampung dan kami usulkan untuk dianggarkan dalam APBD. Kami juga sudah meminta agar petambak menghitung kuantitas produksi sebagai tolok ukur bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembinaan," lanjutnya.
Mengenai stimulan untuk mendorong tumbuhnya budidaya ikan air tawar, Hazmi mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan Balai Benih Ikan (BBI) di Teluk Lekup, Kecamatan Tebing.
"Setiap tahun kami sudah menyalurkan 35 ribu hingga 40 ribu benih ikan kepada para petambak," kata dia.
Sedangkan untuk tenaga penyuluh lapangan, menurut dia saat ini berjumlah sebanyak 16 orang yang terdiri atas 9 orang didanai melalui APBD kabupaten dan 7 orang didanai APBD provinsi.
"Jumlah penyuluh lapangan sebanyak itu memang masih belum memadai, apalagi di daerah pulau seperti Kecamatan Moro, Durai dan Kundur yang seharusnya memiliki lebih banyak tenaga penyuluh. Ini akan kami pikirkan untuk menambah tenaga penyuluh sehingga pembinaan dan pendampingan menjadi lebih optimal," tambah Hazmi Yuliansyah.
(KR-RDT/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
