Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Pembunuh Dua Rekannya Ditangkap

Rabu, 11 April 2012 23:50 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Tersangka An (31) salah satu dari anak buah kapal Enam Saudara GT 29 yang membunuh dua rekan seprofesinya, ditangkap Tim SAR Rider Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun.

"Dia ditangkap saat kapalnya berada di sekitar perairan Pulau Rukan, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau," ucap Komandan Pangkalan TNI Angkapan Laut Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Sawa, di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun (TBK), Rabu.

Letkol Laut (P) Sawa mengatakan peristiwa itu terjadi di sekitar perairan Natuna di atas kapal Enam Bersaudara GT 29.

"Setelah mendapat informasi, kami menyusun strategi, saat kapal itu berada di perairan Pulau Rukan, kami meluncur ke lokasi dan langsung mendekati kapal tersebut. Untuk menghindari kecurigaan pelaku, tim kami menaiki kapal tersebut dengan berpura-pura mengecek dokumen kapal, ketika pelaku lengah, saat itulah pelaku kami sergap," katanya.

Danlanal TBK menjelaskan jasad salah seorang yang dibuang ke laut oleh pelaku sampai saat ini masih belum ditemukan.

"Untuk proses lebih lanjut, karena kasus ini pidana umum kami serahkan ke Polres Karimun," jelasnya.

Sementara Kapolres Karimun, AKBP Benyamin Sapta menuturkan kasus itu masih dalam pendalaman pihaknya.

"Kami sudah koordinasi dengan Lanal TBK, motifnya belum kami ketahui karena saat ini masih dalam penyelidikan, untuk tersangka langsung kami buatkan surat perintah penahanan untuk proses hukum selanjutnya," ucapnya.

Dia menyebutkan mengingat tempat kejadian perkara yang terjadi di perairan Natuna, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan TBK.

Informasi yang dihimpun, pelaku nekad menyerang tiga rekannya yakni Agus (32), Abdul Gahfur (34) dan Romanto (37), setelah salah seorang korban mengatakan akan membuang pelaku ke laut.

Dua dari tiga korban yang diserang pelaku itu masing-masing Agus dan Abdul Gahfur tewas seketika, sedangkan Romanto masih menjalani perawatan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/4) sekitar pukul 05.00 WIB dinihari di sekitar perairan Natuna, pelaku mengambil sebuah besi stainless berbentuk tombak dan langsung menghantam kepala belakang Agus sebanyak tiga kali. Seketika korban langsung meregang nyawa, setelah itu pelaku membuang tubuh korban ke laut.

Tidak lama berselang, pelaku mendatangi korban lainnya Abdul Gohfur yang saat itu juga sedang tertidur, dengan mengunakan besi yang sama pelaku menghantam kepala korban.

Selanjutnya pelaku dengan pisau dapur yang sudah dipersiapkannya menusuk leher korban.

Setelah itu pelaku mendatangi Romanto, yang juga sedang tertidur, namun aksi pelaku diketahui oleh anak buah kapal yang lain bernama Sam.

Menurut Sam saat itu, dia melihat pelaku yang memegang besi dan siap menusukkan ke dada Romanto, namun tak jadi dilakukannya kemudian pelaku mengarahkan besi itu ke leher kanan Romanto.

Melihat kejadian itu Sam langsung melompat dan menarik pelaku hingga Romanto terbangun dan berhasil lari untuk menyelamatkan dirinya.

Gagal menyerang Romanto, pelaku kalap dan tetap mengejar korban.

"Saat itu saya belum sepenuhnya sadar, seketika pelaku sudah berada di depan saya, saat itulah besi di tangannya dipukulkan ke kening saya hingga terjadi perkelahian antara saya dan dia, dia menusuk lengan kiri saya dengan besi itu hingga tembus," ucap Romanto.

"Saya lari masuk ke kamar Kapten di sana ada Abdul Ghofur saya langsung membangunkannya tapi ternyata dia sudah meninggal," ujarnya.

Dia memaparkan setelah melukai dan mengejar dirinya, pelaku kemudian menyendiri di dalam kapal tersebut.

Suara teriakan di kapal itu telah membangunkan nakhoda Itau alias Abeng (41), setelah mengetahui kejadian itu via ponselnya dia menghubungi keluarganya di Karimun.

"Saat peristiwa itu terjadi saya juga sedang tidur, tahu-tahu ada teriakan, saat saya bangun sudah ada yang tewas dan bahkan saya dengar ada yang dibuang ke laut," kata Itau.

Pihak keluarga Itau langsung memberikan informasi pada Lanal TBK, hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Menurut penuturan Romanto, kemungkinan yang jadi pemicu amarah pelaku adalah canda Agus.

"Senin (9/4) sore, Agus menyuruh pelaku melemparkan parasut kapal, tujuannya agar kapal berjalan pelan, saat itu dia mencandai pelaku akan melemparkannya ke laut biar dimakan hiu. Mungkin gurauan Agus itu membuat pelaku tersinggung," ucapnya.

(KR-HAM/D009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026