
Disperindag: Kebutuhan Sembako Aman

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi menyatakan pasokan bahan pokok di daerah itu aman untuk beberapa bulan.
"Kebutuhan pokok untuk Batam masih aman untuk beberapa bulan. Harganya juga terjangkau," kata dia di Batam, Rabu.
Ia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, kebutuhan pokok di Batam tidak mengalami masalah sehingga pada April mengalami deflasi.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau, memublikasikan bahwa deflasi di Batam pada April 2012 hanya 0,02 persen atau terendah di Sumatera.
"Harga stabil, sehingga pada April kemarin Batam mengalami deflasi," kata dia.
Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Badar, di Tanjungpinang mengatakan hanya empat kota di Sumatera pada April 2012 yang mengalami deflasi, sementara 12 kota lainnya inflasi.
"Deflasi terendah di Batam, sedangkan tertinggi di Tanjungpinang mencapai 0,29 persen," kata dia.
Ia mengungkapkan, inflasi tertinggi tertinggi di Sumatra pada saat itu terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,76 persen, dan inflasi terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,03 persen.
Deflasi di Batam disebabkan turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,58 persen dan kelompok sandang sebesar 0,34 persen. Sebaliknya, lima kelompok lain justru mengalami kenaikan indeks harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,35 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2012 di Batam sebesar 0,21 persen dan laju inflasi 'year on year' (April 2012 dibanding dengan April 2011) di Kota Batam sebesar 3,69 persen," ungkapnya.
Indeks harga konsumen di Batam pada April 2012 turun dari 125,58 pada Maret 2012 menjadi 125,55 atau terjadi deflasi sebesar 0,02 persen. Deflasi pada saat itu merupakan deflasi yang kedua selama tahun 2012. Sebelumnya, pada Februari juga deflasi sebesar 0,43 persen.(KR-LNO/A023)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
