Logo Header Antaranews Kepri

Warga Tolak Keberadaan Buana Transferindo

Senin, 14 Mei 2012 15:32 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Warga Kelurahan Tanjung Riau Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menolak keberadaan perusahaan galangan kapal PT Buana Transferindo di sekitar permukiman mereka.

"Warga menolak karena khawatir dampak negatif dari 'sand blasting'," kata Sekretaris LPM Tanjung Riau, Celcon Carliston di Batam.

Perusahaan galangan kapal PT Buana Transferindo berdiri di sekitar permukiman warga Tanjung Riau dengan jarak kurang dari 100 meter.

Ia mengatakan praktek pembersihan kapal dengan "sand blasting" berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. "Debunya itu membuat warga menderita," kata Celcon.

Warga, kata dia, meminta PT Buana Transferindo segera menghentikan usahanya.

Selain khawatir dampak "sand blasting", ia mengatakan warga curiga PT Buana Transferindo belum memiliki izin operasi perusahaan galangan kapal.

Ia mengatakan sempat meminta bukti izin oleh pemerintah setempat, namun manajemen perusahaan menolak memberikan.

"Sampai saat ini pihak perusahaan sama sekali tidak bisa menunjukan izin-izin yang dikantongi mereka, mulai dari perluasan lokasi perusahaan hingga aktifitas 'cut and fill' tersebut," kata dia.

Ia mengatakan warga telah berulang kali menolak penambahan perusahaan galangan kapal di lokasi itu. Dan penolakan itu direspon positif oleh Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

"Pak Wali sangat menyetujuinya, tapi kenapa pihak perusahaan tetap melakukan perluasan," kata dia.

Sabtu (12/5), sekitar 200 orang warga Tanjung Riau mendatangi lokasi galangan kapal dan mendesak manajemen memperlihatkan izin yang dimiliki. Namun pihak perusahaan bergeming dan tidak menemui warga.

Di lokasi galangan kapal, warga sempat menyuruh seluruh pekerja pulang, sampai perusahaan bersedia menemui pekerja.

Lurah Tanjung Riau, Adi Waluyo mengatakan pihaknya akan meneruskan keluhan warga ke pihak terkait.

"Senin kami melayangkan surat ke Bapedal, Badan pertanahan yang berkenaan kampung tua, BP Kawasan, Kecamatan dan Wali Kota Batam," kata Adi.

Ia mengatakan komitmennya untuk serius menyelesaikan permasalahan warga.

"Saya di sini untuk warga, bukan diri saya pribadi maupun perusahaan," kata Lurah.

Kepada warga, Lurah juga meminta sabar dan tidak anarkis. (Y011/H-KWR)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026