Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Masih Cari Investor Jembatan Babin

Rabu, 16 Mei 2012 18:22 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam masih mencari investor pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan.

"Sampai sekarang kami masih mencari penanam modalnya," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Humas Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Rabu.

Ia mengatakan sudah ada beberapa pengusaha asal China dan Korea yang memperlihatkan minat membangun jembatan yang menghubungkan dua hingga tiga kawasan perdagangan bebas. Bahkan investor China sempat ke Batam bertemu Gubernur untuk membicarakan proyek itu.

Namun, belum ada yang benar-benar mendapatkan proyek.

BP, kata dia, akan terus mencari penanam modal mengingat dana yang dibutuhkan besar.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Nur Syafriadi mengatakan pemerintah daerah meminta pemerintah pusat membantu pembangunan jembatan Batam-Bintan.

"Gubernur sudah minta kepada Presiden dalam pertemuan di Batam," kata Nur.

Ia mengatakan Presiden bersikap positif atas rencana itu dan meminta kementerian terkait segera melakukan kajian.

"Presiden minta pembangunan jembatan Babin dikaji," kata Ketua DPRD.

DPRD dan pemerintah, kata dia, juga mendorong agar KPBPB Bintan diberlakukan menyeluruh, tidak "enclave" seperti sekarang.

Ia mengatakan penerapan KPBPB menyeluruh di Pulau Bintan diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bintan.

"Kalau Bintan FTZ menyeluruh dan jembatan Babin selesai, gairah arus lalu lintas dari jembatan akan tinggi. Itu akan mempercepat pertumbuhan Batam dan Bintan," kata dia.

Selain Bintan, ia mengatakan penerapan KPBPB menyeluruh juga diperlukan di Kabupaten Karimun untuk mengeliminir penyelundupan dari dan ke kawasan bebas di kabupaten itu.

Ia mengatakan DPRD mendukung penuh KPBPB dan akan membuat aturan yang mempermudah usaha.

"Kita akan dorong aturan-aturan yang menghambat diperbaiki," kata dia. (Y011/R010)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026