
Kepri Kembangkan Daerah Wisata Unggulan

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai mengembangkan daerah setempat sebagai tempat tujuan wisata unggulan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.
"Kami berharap Kepulauan Riau (Kepri) yang berdekatan dengan negara tetangga bukan hanya sebagai daerah transit, tetapi menjadi daerah tujuan seperti Bali," kata Ketua Komisi II DPRD Kepri, Jumaga Nadeak usai membahas pengembangan daerah tujuan wisata unggulan itu di Tanjungpinang, Rabu.
Jumaga mengatakan, bersama pemerintah daerah kabupaten/kota, pertama sekali pihaknya akan menentukan tempat tujuan wisata unggulan yang akan dibangun lengkap dengan fasilitas pendukung, kemudian industri pariwisatanya seperti wisata bahari, golf, wisata sejarah dan lainnya.
"Kemudian juga lembaganya juga harus dibangun seperti Badan Promosi Pembangunan Pariwisata yang sudah terbentuk di Batam," katanya.
Kepri, menurut politisi PDI Perjuangan itu sangat potensial dengan keindahan alam dan juga secara geografis sangat strategis terletak di perbatasan dengan Singapura yang kunjungan wisatanya mencapai 18 juta per tahun.
"Ibaratnya Kepri ini seperti mutiara yang masih berada di dalam lumpur dan belum digosok," ujar Jumaga.
Menurut dia, potensi di sejumlah daerah cukup berbeda seperti di Batam terkenal dengan wisata "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), di Tanjungpinang dengan wisata budaya dan religi, di Bintan wisata pantai serta di Lingga wisata alam.
"Kami optimistis wisatawan mancanegara yang tujuannya ke Kepri mencapai 2 juta per tahun, bukan hanya sebagai tempat transit dari Singapura ke Bali atau dari Bali ke Singapura," katanya.
Selama ini, menurut dia Kepri masih menjadi tempat transit wisatawan mancanegara, dari 1,7 juta wisatawan asing yang berkunjung itu diperkirakan 1 juta orang diantaranya hanya transit di Kepri.
Dia juga berharap kabupaten/kota membuat peraturan daerah setelah menentukan daerah tujuan unggulan, industri pariwisata serta lembaganya.
"Kabupaten/kota merupakan ujung tombak dari program itu dan bukan hanya pendapatan asli daerah yang bisa meningkat tetapi yang utama adalah 'multiplier effect' terhadap masyarakat sekitar," ujarnya.
Jumaga juga mengharapkan kesadaran masyarakat juga semakin meningkat dengan adanya pengembangan daerah wisata unggulan itu. (KR-HKY/B012)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
