Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Bertekad Penuhi Separuh Kebutuhan Berasnya

Jumat, 1 Juni 2012 20:23 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau mengupayakan untuk memenuhi separuh dari total kebutuhan beras masyarakat kabupaten tersebut yang setiap bulan mencapai 7.500 ton.

"Untuk memenuhi separuh dari kebutuhan beras sebanyak itu, kami telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1.050 hektare untuk penanaman padi varietas Ceko dan Korea di beberapa daerah. Kami menargetkan sudah terwujud pada 2013," kata Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Karimun Amran Syahidid di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Amran mengatakan lahan seluas 1.050 hektare tersebut berada di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara sekitar 210 hektare, Pulau Buru dan Pulau Papan Kecamatan Buru 300 hektare, Pulau Kundur 150 hektare dan Pulau Sugie Kecamatan Moro 400 hektare.

"Untuk lahan seluas 210 hektar di Desa Teluk Radang sudah ditanam sejak tahun lalu dan hasilnya cukup memuaskan, kemungkinan panen tahun ini dilakukan pada September," ucapnya.

Sedangkan lahan 95 hektare yang sudah ditanam perdana tahun ini di Pulau Buru, menurut dia, juga bagus meski ada bibit yang mati namun disemai kembali.

"Laporan yang kami terima, musim tanam perdana di Pulau Buru juga bagus, bahkan katanya lebih bagus dari Teluk Radang," ucapnya.

Sementara itu, untuk lahan 150 hektare di Pulau Kundur dan 400 hektare di Pulau Sugie, menurut dia akan mulai ditanam pada 2013.

"Lahan di Pulau Sugie merupakan lahan yang dikuasai Salim Grup, mereka bersedia agar lahan itu digarap untuk pengembangan penanaman padi. Hanya saja, padi yang akan ditanam bukan padi berpengairan, tetapi padi gogo yang menggunakan lahan kering," tuturnya.

Upaya memenuhi separuh dari kebutuhan beras lokal, lanjut Amran, merupakan respons atas program nasional yang mencanangkan surplus beras sebanyak 10 juta ton per bulan.

"Kami terus berupaya untuk mengembangkan penanaman padi meski bentang alam Karimun terdiri atas pulau-pulau yang berbeda dibandingkan daerah penghasil beras di daratan Sumatra maupun Jawa," ujarnya.

Dia juga optimistis target untuk memenuhi seluruh kebutuhan beras lokal terpenuhi dalam beberapa tahun mendatang, asalkan petani mampu memaksimalkan lahan kosong.

"Untuk memenuhi seluruh kebutuhan beras lokal, luas lahan yang dibutuhkan sekitar 1.500 hektare dengan catatan panen padi harus mencapai 5 ton per hektare. Kami akan buat perencanaan agar hal itu bisa tercapai, setidaknya dapat mengurangi ketergantungan terhadap beras dari luar," ujarnya.

Dikatakannya, kebutuhan lahan sekitar 1.500 hektare itu bisa terealisasi karena lahan Salim Grup di Pulau Sugie cukup luas.

"Lahan Salim Grup mencapai 2.000 hektare dan sudah sangat memadai. Target jangka panjang adalah mewujudkan ketahanan pangan sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli beras dari luar apalagi impor," ucapnya. (KR-RDT/N001)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026