
Batam Inflasi 0,21 Persen

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat Batam pada Mei 2012 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen.
"Sebanyak sembilan dari 16 kota di Sumatra, mengalami inflasi pada Mei 2012. Batam adalah satu dari sembilan kota di Sumatra yang mengalami inflasi," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Badar, di Tanjungpinang, Minggu.
Inflasi tertinggi di Sumatra terjadi di Kota Dumai yaitu sebesar 0,76 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,09 persen. Sebaliknya, kata dia, tujuh kota lainnya mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,15 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,04 persen.
"Kenaikan harga barang dan jasa di Batam termasuk rendah. Itu terlihat dari inflasi yang terjadi pada Mei 2012," ujarnya.
Indeks harga konsumen Batam pada saat itu naik dari 125,55 pada April 2012 menjadi 125,81, atau terjadi inflasi sebesar 0,21 persen.
Perubahan harga pada 75 komoditas menjadi pemicu terjadinya inflasi di Batam. Sebanyak 49 komoditas/jasa diantaranya yang mengalami kenaikan harga, antara lain, cabai merah, jeruk, kangkung, bayam, ketimun, wortel, bawang merah, kacang panjang, sawi hijau, bubur, daging sapi, kentang, ikan teri, cabai hijau, daging ayam ras, sabun detergen bubuk, sampo, dan ikan tenggiri.
Sebaliknya, tercatat 26 komoditas lainnya mengalami penurunan harga, antara lain, emas perhiasan, ikan selar, tomat buah, sotong, cumi-cumi, dencis, anggur, pisang, ikan kembung, tomat sayur, cabai rawit, pepaya, minyak goreng, ikan kakap merah, ikan bandeng, semangka, sambel jadi, bir, dan pasta gigi.
"Inflasi di Batam kali ini merupakan inflasi yang ketiga pada tahun 2012, setelah pada bulan yang lalu mengalami deflasi," katanya.
Berdasarkan kelompok harga konsumen, lanjutnya, inflasi di Kota Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 1,00 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,11 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.
Sebaliknya, kelompok sandang justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,80 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan sebelumnya.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari - Mei) 2012 di Kota Batam sebesar 0,42 persen dan laju inflasi 'year on year' (Mei 2012 dibanding dengan Mei 2011) di Kota Batam sebesar 3,54 persen," ungkapnya. (KR-NP/E010)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
