Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Karimun Adukan Kelangkaan Solar

Rabu, 27 Juni 2012 10:34 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Perwakilan nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengadu ke Komisi B DPRD terkait kelangkaan solar pascapenyegelan stasisun pengisian bahan bakar (SPBB) terapung oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu.

Perwakilan nelayan dipimpin Ketua Asosiasi Nelayan Kabupaten Karimun (ANKK) Toto Wijaya itu diterima Ketua Komisi B Jhon Abrison didampingi sekretarisnya Raja Kamaruddin di Karimun, Selasa.

Toto Wijaya mengatakan, kedatangannya ke gedung wakil rakyat itu untuk menyampaikan keluhan sehubungan sulitnya mendapatkan solar untuk bahan bakar kapal.

"Sejak stasiun pengisian bahan bakar terapung (SPBB) di Kecamatan Meral ditutup karena disegel polisi. Nelayan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan solar untuk sekali turun ke laut menangkap ikan," katanya.

Menurut dia, nelayan terpaksa membeli solar pada dua agen yaitu PT Januar Yahya Nati dan PT Eka Jaya Indotama dengan jatah jauh lebih kecil sehingga tidak cukup untuk berlayar selama enam bulan.

"Selain tidak cukup karena hanya dijatah 10 ton untuk satu kapal. Nelayan juga terpaksa antre sampai 10 hari untuk mendapatkan solar dari dua agen itu," kata dia.

Dia menuturkan, pascapenyegelan SPBB oleh Polda Kepri karena tersangkut kasus penyimpangan BBM beberapa waktu lalu. Kuota solar untuk nelayan berkurang drastis dengan jumlah nelayan 30 GT ke bawah mencapai 300 kapal.

Sebelum SPBB di Meral disegel polisi, Toto mengatakan kuota solar untuk nelayan mencapai 1.240 ton per bulan, sekarang berkurang menjadi 700 ton per bulan.

"Jika diasumsikan satu kapal butuh 20 ton untuk selama berlayar selama enam bulan. Maka kebutuhan solar untuk 300 kapal sebanyak 6.000 ton. Pascapenyegelan itu, nelayan yang hanya dijatah 10 ton terpaksa membeli solar di daerah lain seperti Jakarta atau menjual hasil tangkapan untuk beli solar," tuturnya.

Toto yang juga mantan anggota DPRD Karimun berharap SPBB yang telah disegel polisi kembali beroperasi atau jatah solar untuk SPBB itu dialihkan kepada perusahaan lain.

"Kami minta Komisi B untuk menindaklanjuti aspirasi nelayan yang mengeluhkan masalah sulitnya mendapatkan solar ini. Yang jelas, nelayan meminta kembalikan kuota solar melalui SPBB itu karena memang sudah dialokasikan untuk kebutuhan mereka," lanjut dia.

Ketua Komisi B Jhon Abrison menyambut baik aspirasi nelayan. Dia menyatakan akan menindaklanjutinya dengan memanggil pihak-pihak terkait.

"Kami akan pelajari aspirasi nelayan dan selanjutnya memanggil dinas dan instansi terkait," ucap Jhon Abrison. (KR-RDT/N001)

Editor: Nanang Sunarto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026