Logo Header Antaranews Kepri

PLN Batam: Tidak ada Perubahan Tarif Listrik

Sabtu, 28 Juli 2012 03:33 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional Batam Dadan Koerniadipura mengatakan, PLN tidak mengusulkan perubahan tarif listrik seiring penetapan tarif yang baru.

"Yang kita usulkan Permen ESDM sama dengan Perwako, tidak ada perubahan kenaikan tarif," kata Dadan di Batam, Jumat.

PLN Batam mengirimkan surat meminta Wali Kota menetapkan tarif PLN Batam yang baru, namun tidak menyebut permintaan kenaikan tarif. Menurut Dirut, pemetapan yang diminta berisi sama dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, tidak diubah.

Permintaan penetapan tarif Wali Kota Batam untuk melaksanakan amanat UU Kelistrikan yang memberikan wewenang penetapan tarif kepada pemerintah daerah.

Ia juga mengatakan rencana PLN untuk "go public" tidak ada hubungannnya dengan kenaikan tarif. "Kami buktikan, tidak ada hubungannya dengan kenaikan tarif," katanya.

Menurut Dadan, antara rencana "initial public offering" (IPO) dengan kenaikan tarif adalah hal yang berbeda. "IPO adalah aksi koorporasi sedang tarif harus ada persetujuan pemerintah daerah," katanya.

Ia membantah tudingan rencana IPO dijadikan alasan untuk menaikkan tarif. "Harus untung yes, tapi tidak semata-mata tarif. Tapi efisiensi, tarif itu jalan terakhir. Perjuangan menaikkan tarif tidak gampang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan sudah menerima surat permintaan penetapan tarif dari PLN Batam.

"Kajian sudah, ini hasilnya ada," katanya seraya menambahkan, namun dalam kajian itu tidak menyebut angka tarif, karena itu soal teknis yang harus dirapatkan dulu dengan DPRD.

Mengenai rencana IPO, pemerintah daerah mendukungnya dan IPO diharapkan dapat menjawab tantangan kelistrikan di kota industri.

Hijazi mengatakan tantangan kelistrikan di Batam cukup tinggi dan IPO diperlukan untuk memenuhi kebutuhan listrik warga dan industri.

Pemerintah dalam hal ini masih mengkaji rencana pembelian saham PLN Batam. "Bagi kita, kelistrikan masalah strategis," katanya seraya menambahkan, apalagi UU Kelistrikan bernafaskan otonomi daerah.

"Bagi pemda ini kesempatan, karena selama ini tidak memiliki portofolio di PLN Batam. Ini ada kesempatan bagi daerah, memfasilitasi, meregulasi, memanfaatkan memiliki dan sebagainya," katanya. (Y011/S004)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026