
Warga Batam Tukar Rp14,65 Miliar Uang Baru

Batam (ANTARA Kepri) - Warga Kota Batam Kepulauan Riau menukarkan uang baru senilai Rp14,6 miliar, hingga pekan ketiga Ramadhan 1433 Hijriah.
"Dari awal Ramadhan hingga hari ini Rp14,65 miliar penukaran masyarakat," kata Humas Kantor BI Perwakilan Batam Muhammad Nuryadid di Batam, Kamis.
Menurut dia, pecahan uang yang diminati masyarakat nominal di bawah Rp20.000 seperti Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000.
Ia mengatakan jumlah penukaran masih normal dan belum menunjukan peningkatan berarti.
BI juga masih belum menambah jumlah loket penukaran uang untuk masyarakat.
"Jumlah loket masih empat, belum ada tambahan," kata dia.
Sementara itu, BI juga mencatat penarikan uang oleh bank mencapai Rp791,91 miliar.
BI Batam menyiapkan uang kartal Rp1,9 triliun untuk melayani kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Lebaran 2012.
Uang yang disiapkan pecahan besar dan pecahan kecil. Uang nominal tinggi Rp100 ribu, Rp50 ribu dan Rp20 ribu sebanyak Rp1,83 triliun dan nominal kecil Rp10.000 ke bawah Rp68,2 miliar.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran kebanyakan uang pecahan kecil, sedangkan pihak perbankan pecahan besar.
Untuk melayani masyarakat, ia mengatakan BI bekerja sama dengan bank konvensional untuk penukaran uang pecahan kecil.
"Masyarakat bisa menukar uang di bank-bank kalau tempat tinggalnya jauh dari Kantor BI," kata dia.
Pria yang biasa disapa Didiek itu juga mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan uang kartal sebelum Lebaran, mengingat masa libur bersama perbankan yang panjang.
"Tanggal 17-22 Agustus, perbankan libur bersama, agar masyarakat antisipasi," kata dia.
Masyarakat diharapkan melakukan transaksi perbankan seperti kliring, penarikan deposito dan lainnya sebelum libur bersama perbankan.
Kepada masyarakat yang hendak pulang kampung juga diingatkan lebih baik bertransaksi menggunakan nontunai demi keselamatan.
"Lebih baik bertransaksi non tunai seperti mengunakan debet atau kartu kredit," kata dia. (Y011/B008)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
