
BMKG: Pulau Bintan Kekeringan Hingga September

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan Pulau Bintan mengalami kekeringan hingga September 2012, karena sulit terjadi hujan lebat pada musin angin selatan.
"Sejak bulan lalu angin selatan bergerak sangat maksimun sehingga menghalangi pembentukan awan di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan)," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bhakti Wirakusuma, Rabu.
Mendung yang terjadi di Tanjungpinang dalam beberapa hari ini tidak menghasilkan curah hujan yang besar lantaran angin bergerak kencang. Sejak bulan lalu, kata dia, kondisi cuaca yang lebih mendominasi adalah berawan.
Kondisi itu terjadi hingga peralihan dari musim angin selatan ke utara sekitar September 2012 atau awal Oktober 2012. Pada musim peralihan hujan mulai terjadi, namun cuaca berawan lebih mendominasi.
Saat kekuatan angin mulai melemah dibanding sekarang berpotensi menimbulkan hujan rutin, meski tidak terlalu imbang dengan cuaca cerah atau berawan, Tetapi setidaknya hujan lebih sering terjadi dibanding sekarang," ungkapnya.
Bhakti mengatakan, posisi geografis Pulau Bintan menguntungkan karena di kelilingi perairan. Kumpulan awan di atas perairan berpotensi menimbulkan hujan.
"Biasanya, curah hujan yang paling banyak terjadi pada Desember 2012," katanya
Sementara suhu udara di Pulau Bintan dinilai masih normal. Rata-rata udara 24-32 derajat celcius karena masih banyak tumbuhan.
"Vegetasi yang masih normal menyebabkan suhu udara di Pulau Bintan tidak ekstreem," katanya. (NP//N001)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
