Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Kepri Temui 20 Dubes

Sabtu, 8 September 2012 13:47 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani bersama jajaran pemerintahan melakukan pertemuan dengan 20 duta besar negara sahabat untuk Indonesia di Novotel Batam, Sabtu.

Agenda pertemuan tersebut membahas kerja sama dan peluang investasi di Batam dan Bintan sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas (FTZ).

"Pertemuan ini menjadi peluang bagi Kepri untuk menarik investasi dari negara-negara yang duta besarnya datang," kata Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani.

Ia mengatakan, posisi Kepri yang strategis di Selat Malaka dan Laut China Selatan menjadi nilai lebih sehingga menarik bagi para investor.

Beberapa duta besar tersebut berasal dari Bangladesh, Kanada, Royal Danish Embassy, Slovakia, Vietnam, Brunei Darussalam, Kroasia, Republik Ceko, Ekuador, Peru, Serbia, Romania, Belgia, Hungaria, Norwegia, Pakistan, Tunisia, Yaman, Kepulauan Fiji, Paraguay, China, Nigeria, Singapura, Zimbabwe dan Laos.

Rombongan dijadwalkan akan mengikuti beberapa agenda kunjungan ke Kawasan Industri Panbil, Kawasan Industri Kabil dan Studio Animasi Kinema pada Sabtu (8/9).

Rencananya pemilik Citratubindo Tbk Kris Wiluan akan menyampaikan kisah sukses dirinya yang berinvestasi di Batam dalam temu bisnis di Batam sebelum kunjungan ke berbagai tempat tersebut.

Pada (9/9), rombongan akan bertolak ke Bintan untuk mengunjungi kawasan wisata Lagoi Pulau Bintan dan Kawasan Industri Lobam untuk melihat peluang investasi khususnya di bidang pariwisata.

Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan mengatakan BP Batam akan menyampaikan presentasi pada seluruh duta besar tentang peluang bisnis kawasan bebas.

"Ini peluang besar bagi kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam dan Bintan untuk menarik investor. Karena sejak diberlakukan status FTZ pada 2009 lalu, minat investasi memang meningkat," kata dia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pengusaha dan pemilik kawasan industri di Batam. (LNO/M009)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026