Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Datangi Rusun untuk Rekam e-KTP

Kamis, 27 September 2012 16:46 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam mendatangi langsung warga kotanya ke rumah susun untuk melayani proses perekaman data KTP elektronik.

"Sekarang sedang dibuka konter pelayanan e-KTP di Rusun Lancang Kuning," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardi Winata di Batam, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah sengaja membawa alat rekam ke rusun untuk mengejar target perekaman yang harus selesai Oktober 2012.

Menurut dia, dengan membawa proses perekaman ke rusun, maka akan semakin banyak masyarakat yang merekam e-KTP.

Apalagi, kebanyakan penduduk Batam adalah pekerja yang sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk datang ke kecamatan merekam data e-KTP.

Selain membuka anjungan perekaman e-KTP di rusun, Pemkot Batam juga menyiapkan ruang yang sama di mal-mal.

Untuk menggesa perekaman data e-KTP, Pemkot Batam juga meminjam set alat rekam ke Pemerintah Kabupaten Anambas dan Lingga.

"Kami masih menunggu alat dari Anambas dan Lingga, biar prosesnya lebih cepat," kata Ardi.

Sementara itu, perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kota Batam, Kepulauan Riau, hingga pekan terakhir September mencapai sekitar 55 persen dari wajib KTP 707.000 orang.

"Jumlah perekaman data e-KTP di Kota Batam sampai dengan 25 September 2012 mencapai 335.152 orang," kata dia.

Ia mengatakan meski baru lebih sedikt dari setengah wajib e-KTP, namun pemerintah kota optimis bisa menyelesaikan perekaman sampai waktu yang ditargetkan, Oktober 2012.

Dari 12 kecamatan di Batam, Kecamatan Batam Kota sudah merekam 41.990 orang, Lubuk Baja 33.111 orang, Sagulung 51.143 orang, Batuaji 37.472 orang.

Kemudian, Kecamatan Sei Beduk sebanyak 27.544 orang, Sekupang sebanyak 38.878 orang, Bengkong sebanyak 36.734 orang, Batuampar 17.397 orang, Nongsa sebanyak 20.673 orang.

Sementara tiga kecamatan yang berada di pesisir yaitu Galang mencapai 8.608 orang, Belakangpadang 11.042 orang, dan Bulang 5.579 orang.

Khusus kecamatan pesisir Belakang Padang, pemerintah menyiapkan alat rekam jinjing yang dibawa ke beberapa pulau besar untuk merekam data masyarakat hinterland yang kesulitan mencapai ibukota kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas mengatakan optimistis target yang dibebankan Kementerian Dalam Negeri tersebut bisa tercapai sampai batas waktu ditentukan.

"Masih ada waktu, kami optimis target tercapai," kata Sadri. (Y011/M019)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026