Logo Header Antaranews Kepri

Batam Tidak Rayakan Hari Batik Nasional

Selasa, 2 Oktober 2012 16:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Perayaan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2012 tidak tidak begitu terlihat di Batam, Kepulauan Riau, padahal kota itu ditetapkan sebagai pusat promosi batik Indonesia untuk kawasan ASEAN.

"Tidak ada instruksi dari wali kota, jadi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) tetap mengenakan pakaian dinas harian seperti biasa," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Selasa.

Sebelumnya, Batam ditetapkan sebagai pusat promosi batik kawasan ASEAN oleh Kementerian Perdagangan pada 2011 karena letaknya yang strategis berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Wali Kota telah menetapkan semua PNS dan pegawai pemerintahan wajib menggunakan batik pada hari Kamis. Jadi hari ini tetap dengan pakaian seragam seperti ketentuan yang telah diatur," kata Rudi.

Ia mengatakan, walaupun hari ini tidak mengenakan batik, namun Pemerintah Kota Batam tetap komitmen mengembangkan batik sebagai warisan dunia.

"Batam telah memiliki berbagai motif batik yang sudah dipatenkan. Motif-motif baru juga terus dikembangkan," kata dia.

Pada 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2009 menerbitkan Keputusan Presiden 33/2009 tentang Hari Batik Nasional.

Pemilihan 2 Oktober mengingat pada tanggal itu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Penerbitan Keppres 33/2009 tersebut sebagai usaha pemerintah meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional, serta untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia. (LNO/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026