Perselisihan Verstappen dan Russell makin meruncing

id Max Verstappen,George Russell,Formula 1,Formula 1 2025,Red Bull,Mercedes

Perselisihan Verstappen dan Russell makin meruncing

Pembalap McLaren asal Australia Oscar Piastri (tengah), pembalap McLaren asal Inggris Lando Norris (kiri), dan pembalap Red Bull Racing asal Belanda Max Verstappen berpose usai sesi kualifikasi Grand Prix Formula 1 Spanyol 2025 di Sirkuit Catalunya, Montmelo, Spanyol, Sabtu (31/5/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bao Di/tom.)

Jakarta (ANTARA) - Penasehat Red Bull Helmut Marko menyebut perselisihan antara pembalapnya Max Verstappen dengan pembalap Mercedes George Russell semakin meruncing.

Marko mengungkapkan Max Verstappen dan George Russell sudah memiliki masalah sejak musim lalu.

"Sudah ada masalah di masa lalu. Itu tidak perlu terjadi, dan banyak poin yang hilang. Namun, karena semua insiden dan keputusan yang salah yang sayangnya terjadi, emosi menguasai dirinya (Verstappen)," kata Helmut Marko dikutip dari Motorsport, Kamis.

Pertikaian antara Verstappen dengan Russell telah terjadi di musim lalu ketika kedua pembalap saling melontarkan kritikan pedas dan melemparkan argumen masing-masing di media.

Perselisihan semakin menjadi-jadi ketika Max Verstappen menghadiri peluncuran tim Formula 1 di O2 London pada 18 Februari silam.

Pembalap asal Belanda tersebut dicemooh oleh para penggemar Russell yang notabene mayoritas merupakan penggemar yang berbasis di Inggris.

Persaingan kian meruncing di ajang GP Spanyol yang berlangsung di Circuit de Catalunya, Barcelona,Ahad (1/6).

Verstappen terlibat insiden dengan Russell ketika keduanya berebut posisi keempat ketika balapan memasuki lap ke-61.

Dalam insiden tersebut, Verstappen menabrak Russell ketika tengah melakukan manuver di tikungan 1 untuk merebut posisinya.

Atas insiden ini, Verstappen harus diganjar penalti 10 detik dan harus puas finis di urutan kesepuluh.

Helmut Marko menyayangkan tindakan Verstappen yang begitu frustrasi terhadap balapan sehingga membuatnya mengalami kerugian karena terkena penalti.

"Setiap orang memiliki caranya masing-masing. Ketika Max sedang dalam suasana hati seperti itu, hal terbaik adalah membiarkannya sendiri," kata Marko.

Marko pertanyakan...

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE