Logo Header Antaranews Kepri

Disdik Batam Minta Guru Buat LKS Sendiri

Sabtu, 6 Oktober 2012 15:25 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, meminta seluruh guru untuk membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) sendiri disesuaikan dengan isi pertanyaan dengan yang dipelajari siswanya.

"Saya mendorong para guru di Batam, untuk membuat LKS sendiri disesuaikan dengan kebutuhan para murid-muridnya. Pembuatan LKS oleh para guru juga bisa meminimalisasi muatan yang tidak sesuai dengan bahan ajar utama," kata Muslim di Batam, Sabtu.

Muslim mencontohkan, penemuan LKS berbau pornografi di Batam beberapa pekan lalu menunjukan bahwa buatan daerah lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan siswa di Batam.

"Intinya kami ingin muatan sesuai dengan kebutuhan siswa. Jadi bisa saja LKS dibuat di Batam sendiri," kata Muslim.

Muslim juga mengatakan akan menelusuri institusinya untuk menyelidiki kasus LKS berbau pornografi yang sempat beredar untuk siswa kelas V di Batam.

"Bukunya telah ditarik, namun kami akan menyelidiki mengapa LKS tersebut bisa beredar di kalangan siswa sekolah dasar," kata dia.

Muslim mengatakan gerah dengan tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada dirinya yang dinilai ikut menikmati uang haram tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan Dinas Pendidikan harus mencabut izin penjualan LKS karena dianggap menjerumuskan siswa.

"Disdik harus mencabut izin penjualan LKS tersebut karena tidak sesuai dan sangat jorok," kata dia.

Ia mengatakan, pada Bab tentang Alat Reproduksi di halaman 38, ditemukan banyak kata-kata yang sepatutnya tidak dipelajari pada siswa SD.

"Saya sudah lihat bukunya, dan buku itu benar-benar tidak layak dibaca anak SD. eberapa kata-kata yang disebutkan, seperti alat kelamin pada pria dan wanita. Kemudian pada soal-soalanya juga banyak ditemukan kalimat-kalimat yang terkesan jorok," kata Udin.(KR-LNO/N001)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026