
Pemkot Batam Siapkan Dana Bergulir Rp8 Miliar

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam mempersiapkan dan bergulir Rp8 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat pada tahun anggaran 2013.
"Dana bergulir 2013 meningkat menjadi Rp8 miliar," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) Amsakar Ahmad di Batam, Senin.
Dana itu, merupakan akumulatif dari pengembalian dana bergulir 2011 sebesar Rp2 miliar, lalu pada 2012 Rp3 miliar dan tambahan dana Rp3 miliar dari APBD 2013.
"Nanti di APBD 2013 di rancangan KUA PPS Rp3 miliar. Semua dana itu akan digulirkan kembali bersama dana tahun 2011 Rp2 miliar dan 2012 Rp3 miliar. Jadi dananya menjadi Rp8 miliar," kata dia.
Menurut dia, dana bergulir yang dikembalikan masyarakat tahun-tahun sebelumnya, disalurkan kembali kepada usaha kecil menengah dan koperasi yang membutuhkan pinjaman modal. Sehingga anggaran dana bergulir tiap tahun bertambah.
Dana itu, kata dia akan disalurkan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kota Batam.
Pemerintah tidak membatasi jumlah UMKM yang hendak mendapatkan bantuan. Namun tetap memberikan syarat kelayakan usaha kepada pengusaha UMKM.
Sementara itu, menurut dia, masyarakat Batam memiliki itikad baik dalam pengembalian dana bergulir, terbukti, pada 2011, dana yang dikembalikan mencapai 100 persen.
Sedangkan untuk 2012, ia mengatakan masih proses pengembalian.
"Saat ini, dana bergulir tahun 2012 sudah kembali 50,2 persen dan masih macet 49,8 persen," kata dia.
Dinas PMPK-UKM, kata dia menargetkan dana bergulir kembali 100 persen sebelum tahun 2012 berganti.
Ditanya pengembalian dana bergulir sebelum 2011, ia mengakui banyak yang belum kembali.
"Kami sudah mentabulasikan data mitra binaan yang masih menunggak pengembalian dana bergulir," kata dia.
Sepanjang 2001 sampai 2010, Dinas PMPK-UKM mencatat 686 mitra binaan yang masih menunggak dana bergulir kepada pemerintah. (*)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
